Ali Muharam Sukses Menjalankan Macaroni Ngehe Bermodalkan Nekat

 

Loveusaha – Saat sedang menonton televisi atau berkumpul bersama keluarga, sahabat atau pasangan tentunya kurang nikmat jika tidak ada makanan ingan. Salah satu snack yang banyak disukai oleh generasi milenil adalah Macaroni.

Macaroni sendiri merupakan sejenis pasta yang terbuat dari campuran gandum jenis durum, tepung terigu dan juga air. Bentuknya menyerupai pipa kecil yang bengkok membentuk busur. Untuk dijadikan snack biasanya diberikan rasa pedas dengan berbagai macam level.

Salah satu pebisnis makanan ringan yang satu ini adalah Ali Muharam yang merupakan owner sekaligus Co Founder Macaroni Ngehe. Snack yang satu ini sangat populer di Indonesia dengan menyediakan berankeragam rasa.

Sebelum menjadi pengusaha makanan yag sukses seperti sekarang ini, Pria kelahiran 26 September 1985 ini hanya seorang pemuda yang memiliki tekat untuk mencoba mencari peruntungan di Ibu Kota Jakarta. Namun Nyatanya hidup di kota besar tidaklah hal yang mudah. Banyak kesulitan yang dialami oleh  Ali Muharam.

Untuk menyambung hidupnya di Ibu Kota, Ali bekerja serabutan. Ia pernah mencoba mengais rezeki sebagai penulis skenariio untuk sinetron, sales, penjaga kantin khusus karyawan di sebuah perusahaan, penjaga toko baju hingga tukang cuci piring. 

Pada Tahun 2013, Ali mulai berkeinginan memiliki bisnis sendiri. Namun Ia masih terkendala oleh modal. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk meminjam uang kepada salah satu temannya sebesar 20 Juta sebagai modal usaha.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/coklat-mesuji-coklat-nusantara-coklat-indonesia/

Modal tersebut Ia guakan untuk membeli peralatan, bahan baku serta  menyewa sebuah kios di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Usaha yang dipilih adalah macaroni kecil-kecilan yang diberikan nama “Ngehe”.

Proses yang Ali lewati hingga sukses seperti sekarang ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ketika awal berjualan banyak orang yang hanya berlalu lalang lewat depan kiosnya dan belum tertarik untuk membeli produknya.

Berkat kerja kerasnya dalam merintis usaha makaroni yang diambil dari resep ibunya, Ia bisa meraup omset Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 dari setiap outlet dan mampu memberikan penghasilan kepada ratusan orang karyawannya. (n1)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*