Aneka Bisnis Kuliner Lezat dari Di Frozz Food

Loveusaha Bagi penyuka dunia kuliner selain menikmati wisata kuliner di berbagai tempat dan wilayah,
memasak menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan terlebih jika bisa menciptakan inovasi dan kreasi makanan baru. Jika biasanya sebuah bisnis kuliner fokus pada satu usaha makanan atau minuman berbeda dengan di Frozz Food.

 Usaha kulinernya berawal dari berbagai bidang usaha makanan dan banyak menciptakan produk produk baru dibawah bendera Di Frozz Food. Berawal tahun 1995 Diah Arimurti pendiri usaha ini memulai usaha kuliner dengan membuka usaha kue kemudian berlanjut dengan mendirikan warung makan dan melayani
catering.

 “ Saya memulai usaha kuliner sejak lama ya dan itu sudah banyak sekali bidang usaha yang saya jajaki seperti salah satunya mendirikan warung makan lalapan di Sukarno Hatta waktu itu brandnya Ayam Kremes Pancoran,” terangnya.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/jendela-usaha/kue-donat-kentang-bu-ika-untuk-berbagai-kalangan/

Kini lulusan sarjana ekonomi ini mulai merintis bisnis baru dengan membuat inovasi Sambal Botol berlabel usaha Sambel Botol Yu Denok dan sudah tersertifikasi ijin Halal MUI. Sambal Botol Yu Denok dijual dengan berbagai varian diantaranya Sambal Bawang, Sambal Cumi, Sambal paru dan Sambal teri. 

Menurut Dian sambel botol buatannya memiliki keunggulan dibanding produk sejenis yang dijual di pasaran yaitu awet dan tahan lama sehingga cocok untuk dibuat stock di rumah maupun sebagai buah tangan.

“ Jika banyak sambel di luar sana mudah basi dan tidak tahan lama kalo sambal buatan saya ini awet ya dan kualitas rasa jaminan mutu karena isiannya cukup padat.”

Untuk membantu berbagai usaha kuliner di Frozz food memiliki satu orang karyawan tetap dan jumah ini bertambah jika ada pesanan mendadak atau terjadi permintaan pasar yang besar.

 “Karyawan saat ini hanya satu yang lainnya tidak pasti karena hanya panggilan kalau kita kewalahan dan membutuhkan tenaga tambahan.” Kini Di Frozz Food memiliki pelanggan dari berbagai kota selain di Malang Raya dengan sistem pemasaran online dan offline. Dengan menggunakan pemasaran mullut ke mulut ke relasi dan teman dekat, termasuk sosial media seperti FB, IG dan WA.

Mengenai omzet dalam sebulan Di Frozz Food bisa mengantongi omzet sekira Rp5 juta – Rp15 juta rupiah bergantung pasar. “ kalau untuk omzet catering perbulan masih bervariasi antara Rp 5 sd Rp15 juta rupiah, tapi kalau untuk sambal botol masih dibawah satu juta rupiah per bulan, jadi sampai saat ini memang saya masih lebih banyak melayani katering ya.”

Demi kelangsungan usahanya Diah pun kerap mengikuti pelatihan-pelatihan wirausaha dan pameran yang ada di kota Malang dan berbagai kota lain yang diadakan dinas terkait. Selama berbisnis Diah juga merasakan banyak suka dan duka salah satunya ketika dirinya harus menelan pil pahit produknya ditolak pemilik toko.

”Jadi suka dukanya ya lebih kepada cara memasarkan dan menjual sih ya senang kalau laris dan banyak pesanan namun sedih ketika ada penolakan dari konsumen atau rekanan.”

Harapan Diah kedepan usahnya makin berkembang, omzet meningkat dengan peningkatan repeat order dan bisa terus bermanfaat bagi orang lain. “ Kedepan kepengin punya sales representative sendiri dan punya tenaga khusus yang mengerjakan pemasaran onlinenya sehingga produk-produk buatan Di frozz food bisa makin dikenal khalayak ramai dan memberi manfaat yang samkin banyak untuk orang lain.” (da)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*