Apri Kuncoro, Penulis Disabilitas yang Banyak Berkarya

Loveusaha Pada dasarnya semua orang itu memiliki kelebihan dan kekurangan. Tak hanya itu, masing-masing individu juga dianugerahi kemampuan serta keterampilan yang berbeda.

Terlahir dengan kondisi tuna daksa sejak lahir tak mematahkan semangat Apri Kuncoro. Pria yang lahir pada tanggal 20 April 1999, membuktikan kepada semua orang bahwa keterbatasan tidak menghalanginya untuk mampu berkarya.

Pria yang akrab disapa Apri ini terlahir dalam kondisi prematur usia 7 bulan. Beragam jenis pengobatan mulai dari tradisonal hingga medis sudah dilakukan oleh kedua orangtua. Namun tidak membuahkan hasil dengan baik.

Meski begitu tidak menghambat pertumbuhan dan perkembangan pola pikirnya yang  masih sama dengan teman-teman sebayanya. Tak hanya itu meskipun memiliki kekurangan namun Apri mampu menorehkan prestasi dari tingkat daerah hingga nasional.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/shadow-teacher-yang-masih-dipandang-sebelah-mata/

Untuk aktivitas sehari-hari yang mengharuskan keluar rumah, Apri menggunakan kursi roda atau digandeng dua orang. Pria yang tinggal di Desa Kemukus, Kecamatan Gombong Kebumen Jawa Tengah lebih menyukai merangkak untuk membantu kegiatannya selama di rumah.

Berawal dari hobi menulisnya yang ditekuni dengan sungguh-sungguh, Apri menorehkan banyak karya sastra. Penghargaan pun mulai disematkan kepadanya, mulai dari tahun 2018 menjadi Penulis Artikel Terbaik versi Forum Aishiteru Menulis, Penulis Puisi Terpilih versi Jendela Sastra Indoneia. Tak hanya itu
pada tahun 2019 juga berkesempatan sebagai Penulis Rima Terbaik (Sajak Berirama
Group).

Hingga saat ini sudah 70 Buku Analogi yang sudah dibuatnya. Selain itu Ia juga memiliki beberapa karya secara individu seperti Diary Inspirasi Inspirasi Penggugah Hati, Goresan Pena Si Tuna Daksa, Mutiara Hati Apri, Serangkai Puisi Inklusi, dan Serangkai Puisi Apri.

Dihubungi melalui nomor WhatsApp pada 18 Maret 2020, Apri menjelaskan motivasinya agar tetap semangat dan selalu berkarya.

“Saya ingin menebar manfaat dan memotivasi semua orang khususnya penyandang difabel. Saya berharap agar mereka lebih percaya diri, bisa mengembangkan potensi yang dimiliki, dan tetap semangat untuk berkarya.“ Kata Apri. (tw)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*