Belajar Bangkit dari PT Djarum

djarum

Loveusaha – Siapa yang tidak mengenal rokok kretek asli Kudus, Jawa Tengah yang produknya sudah dikenal hingga mancanegara. PT Djarum yang didirikan oleh Oei Wie Gwen pada tahun 1951 ini merupakan produsen rokok nomor empat di Indonesia. Perusahaan yang kini dipegang oleh dua putra Oei Wie Gwen sampai saat ini masih tetap berdiri kokoh.

Kebakaran besar pada tahun 1963 hampir membuat perusahaan di bawah kepemimpinan Oei Wie Gwen gulung tikar. Beberapa waktu setelah kejadian itu, Oei Wie Gwen pun meninggal.

Hal tersebut membuat Djarum yang semula diproduksi secara manual oleh segelintir tangan manusia kembali bangkit dengan semangat baru di bawah kepemimpinan kedua putra Oei Wie Gwen, yaitu Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Keduanya memegang kendali penuh terhadap terpuruknya Djarum pasca kebakaran dan sepeninggal ayahnya.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/jatuh-bangun-hingga-sukses-memiliki-banyak-gerai-teh-racek/

Selain rokok, PT Djarum yang merupakan induk dari Djarum Grup melebarkan sayap bisnisnya hingga mampu memproduksi berbagai barang lain, seperti produk elektronik, produk perkebunan, perdagangan elektronik, juga pemilik saham terbesar di Bank Central Asia (BCA).

Djarum di bawah kepemimpinan Michael dan Robert berkembang pesat hingga pada tahun 2018 nama keduanya tercatat sebagai orang terkaya nomor 1 di Indonesia versi salah satu media.

Hartono bersaudara, begitu sapaan kakak beradik ini, membuat terobosan baru, memutar otak, membuat rokok kretek yang semula hanya diproduksi dengan cara dilinting, mereka pun membeli mesin-mesin canggih untuk memproduksi ulang rokok kretek.

Pembaharuan dari produksi rokokpun meningkat, seperti rokok Djarum filter. Meski rokok Djarum dengan tambahan filter, namun filter yang satu ini tetap mempertahankan kualitas kretek. Bagi Hartono bersaudara, jantung Djarum adalah rokok kretek, sehingga mereka tidak boleh melupakan sejarah Djarum yang memang bermula dari rokok kretek. (n3)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*