Berbisnis Sambil Ikut Melestarikan Budaya Dunia

rangsang batik

Loveusaha – Siapa yang tidak suka kain batik, pesona kain yang satu ini hampir disukai oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Pesona batik di  Indonesia memang begitu memikat, bahkan telah terkenal hingga ke mancanegara dan menjadi warisan budaya dunia.

Sejak abad ke-17, batik mulai diperkenalkan. Pada masa itu, corak batik ditulis pada daun lontar dan papan rumah adat Jawa yang didominasi pada motif tanaman dan binatang, kala itu, di setiap daerah kain batik yang tercipta dijadikan sebagai simbol yang menggambarkan budaya di setiap wilayahnya.

Meski kebanyakan orang mengenal batik berasal dari pulau Jawa, nyatanya batik sendiri sudah menyebar di semua pulau yang ada di Indonesia. Tidaklah heran, peninggalan nenek moyang yang satu ini telah dinobatkan sebagai salah satu Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi  oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Salah satu pelaku usaha batik yang terus eksis hingga kini adalah UD Rangsang Batik, usaha yang diinisiasi oleh Ely Hartatik ini dimulai pada tahun 2012 berawal dari kecintaannya membatik dan mengisi waktu luang. Beralamat di Jalan Stadion no 161 RT 20 RW 05 Yosowilangun Lor Lumajang mulai membatik tulis dan cap dengan berbagai pewarnaan sintetis dan alam.

“Awalnya saya suka membatik untuk mengisi waktu luang dan akhirnya suka dengan hasilnya dan mulai memproduksi kain batik sendiri,” ungkapnya.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/menikmati-minuman-rempah-instan-csh-rengganis/

Untuk memenuhi permintaan konsumen UD Rangsang Batik mempekerjakan 10 orang karyawan dengan jangkauan pemasaran Lumajang hingga luar daerah.

Selain berdasarkan pesanan dan permintaan pelanggan Ely juga membuka pemasaran melalui media sosial instagram elybatiks. “ Selain menyalurkan hobi membatik saya senang dengan usaha ini bisa mempekerjakan ibu-ibu  yang menganggur di sekitar sekaligus tentunya ikut melestarikan budaya.”

Selama tujuh tahun berbisnis Ely merasakan kenaikan omzet yang pasang surut. “ Yang namanya usaha pasti ada pasang surut ya tapi alhamdulillah tahun ini omzet kami mengalami kenaikan.”

Ditambahkannya selama berwirausaha dirinya juga pernah mengalami vakum selama setahun karena terkendala modal namun kembali bangkit dan kembali eksis.

Saat ini UD Rangsang Batik banyak mengerjakan batik pesanan dan stok untuk di toko. Demi mendukung usahanya Ely kerap mengikuti pelatihan-pelatihan UMKM khususnya yang berhubungan dengan ushanaya membatik.

“ Cuma pameran yang belum saya ikuti, kepengin sekali bisa ikut pameran sampai luar kota jadi usaha kami bisa makin dikenal dan menambah jangkauan pemasaran. Karena kami yakin ditengah persaingan usaha bisnis kain batik, setiap pembatik pasti memiliki ciri khas motif sendiri begitu juga dengan UD Rangsang Batik,” jelas Ely.

Ditanya suka duka selama menyelami bisnis kain batik Ely mengungkap sebenarnya lebih banyak sukanya namun dukanya adalah ketika karya motif batiknya dihargai murah dan dijiplak oleh usaha sejenis. “ Ketika sudah susah membuat ternyata dijiplak itu bikin saya sedih.”

Kedepan Ely berharap UD. Rangsang Batik bisa lebih maju, lancar dan berkembang. Lebih banyak dikenal di berbagai daerah lainnya di tanah air dan mampu bersaing dan memperkaya motif batik tanah air. (dy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*