Bercita-cita Membawa Batik Lumajang Hingga Mancanegara

batik lumajang
batik lumajang

Loveusaha Pesona keindahan kain batik tentunya sudah pasti bukan lagi barang baru bagi orang Indonesia, bahkan negeri ini terkenal akan surganya kain batik dengan berbagai corak yang berbeda dan menarik.

Sebagai warisan budaya dunia batik menjadi barang fashion yang diminati dan memiliki penggemar di segala usia baik dari anak hingga orang tua. Perbedaan corak dan motif menjadi daya tarik tersendiri bagi pecintanya, contohnya saja batik pedalaman memiliki perbedaan khas dibanding dengan batik pesisiran.

Batik Indonesia umumnya dibedakan menjadi dua gaya desain berdasarkan ragam tata warna, motif, dan filosofinya. Namun tidak banyak yang paham perbedaannya, beberapa orang hanya mengenal batik sebagai kain yang digores dengan lilin menjadi cantik, tapi nggak menyadari bahwa batik punya dua jenis yang berbeda.

Salah satu pecinta batik yang akhirnya menjadi pebisnis batik adalah Yuni Widya Asih, wanita asal Lumajang ini mencintai kain batik sejak remaja hingga mendorongnya untuk ikut berbagai pelatihan membatik yang diadakan Dinas Koperasi maupun pelatihan secara mandiri. Hal ini juga didukung hobinya yang suka membuat barang handmade.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/indahnya-motif-batik-tulis-kinosima-khas-singosari/

Berbekal ikut pelatihan-pelatihan membatik dan keinginan menyalurkan hobi kami akhirnya membuat kain batik tulis dan batik cap. Dibantu 10 orang karyawan tidak tetap kini Yuni telah mengenalkan batik produksinya di wilayah Lumajang, Malang, Surabaya, Wonosobo, Bogor dan Jakarta.

Bahkan beberapa konsumennya sudah sampai ke luar pulau seperti Riau, Kalimantan dan Bali, pemasaran yang dilakukan perusahaan berbendera CV Faza ini masih mengandalkan pemasaran manual melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram.

“ Untuk mendukung pemasaran agar lebih luas kami juga sering mengikuti pameran- pameran batik dan UMKM di tingkat kota dan propinsi, termasuk mengikuti pelatihan- pelatihan dan seminar UMKM untuk mendukung usaha dan memperluas jaringan usaha.”

Beralamat di Rekesan 02/02 Darungan Yosowilangun Lumajang kini usaha CV Faza makin dikenal di berbagai wilayah di tanah air. Dalam sebulan CV Faza bisa mendulang omzet hingga 10 juta rupiah dan jumlah ini akan meningkat jika banyak pameran yang diikuti.

Meskipun demikian dalam berbisnis tak selamanya untung terkadang Yuni harus mengalami kekecewaaan ketika tidak bisa menyelesaikan pesanan kain batik tepat waktu karena berbagai kendala seperti faktor cuaca atau karena produk rusak, termasuk ketika motif desain yang sudah dia buat dijiplak oleh orang lain.

“Dalam bisnis selalu ada masalah ya tapi lebih banyak sukanya sih dengan berbisnis batik ini saya bisa menyalurkan hobi, bisa menambah ilmu dan kenalan-kenalan baru yang memiliki kecintaan yang sama terhadap kain batik sehingga bisa sama-sama belajar mengembangkan usaha,” tukasnya.

Kedepan Yuni berharap usahanya bisa makin berkibar dan mampu bersaing hingga luar negeri. Harapannya ini didukung dengan terus meningkatkan kualitas dan kekayaan motif batik yang menarik bagi pelanggannya. (da)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*