Bisnis Helm Retro Gak Bikin Mati Gaya

helm retro

Loveusaha Barang-barang kuno atau retro kini mulai banyak diminati semua kalangan karena dianggap unik. Selain unik ternyata bisa juga dijadikan sebagai gaya. Helm retro salah satunya. Kawula muda kini gemar pakai helm retro karena dianggap tak mati gaya.

Ya, selain helm sebagai pelindung kepala dalam berkendara, kini fungsi helm juga sebagai trend fashion di semua kalangan terutama kaum milenial. Tak heran jika di sepanjang jalan banyak kita jumpai anak muda yang menaiki motornya menggunakan helm retro yang trendi.

Selain banyaknya pengguna ternyata kini bisnis pembuatan helm jadul ini sudah mulai banyak persaingan, padahal beberapa tahun lalu masih jarang. Memang helm ini bukan barang baru, melainkan hasil dari modifikasi helm lama berunsur modern. Prosesnya bisa dibilang susah-susah gampang dan tergantung dari kreatifitas serta keuletan.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/dari-faktor-ekonomi-kini-wedding-organizer-hitz/

Modifikasi yang dilakukan bukan hanya pada warna dan motif saja tetapi juga harus berinovasi dengan tetap memperhatikan standarisasi keselamatan. Sehingga pelaku usaha dituntut untuk lebih kreasi dan teliti.

Hendrio Verry Pradistira, salah satu produsen helm retro dengan merek Lek Ono asal Mojokerto ini memulai usaha membuat helm sejak tahun 2000. Bentuk helm retro yang dibuat lebih bulat dengan dilengkapi kaca mika bulat yang cembung.

Biasanya helm ini banyak dicari oleh pengguna motor skuter, motor matik dan motor gede. Harga jual helm Lek Ono mulai dari 70 ribu hingga 200 ribu dan omzet yang didapat perbulannya mencapai sekitar 50 juta rupiah.

Contoh pelaku usaha lainnya adalah Gilang Hardian. Lewat brand nya Anajidan Helmet, dia mendirikan usaha ini sejak tahun 2011 silam di kota hujan Bogor. Helm retro yang dijual merupakan dasar dan pesanan pelanggan.

Saat ini pemasaran sudah sampai kota besar seluruh Indonesia namun paling ramai di Jawa dan Bali. Tak hanya itu Malaysia dan Singapura juga menjadi negara yang dipasoknya. Rata-rata harga helm ini 340 ribu hingga 530 ribu rupiah. Target pasarnya pun kalangan menengah ke atas dan komunitas pecinta vespa serta motor retro.

Bagaimana? Ternyata berbisnis tidak melulu mengenai hal baru bukan? Dari barang bekas seperti helm yang disulap bergaya retro pun bisa dijadikan lading duit. (rl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*