Bisnis Kuliner Bu Haji Arema Punya Ciri Khas Bahasa Walikan

Bahasa Walikan
Foto : Menu nasi pecel (doc.Instagram)

LoveusahaSaat pertama kali memasuki warung ini, kita akan disambut ramah oleh sang pemilik yang biasa dipanggil bu haji. “Mbak, mas silahkan masuk.  Mau pesan apa? Oges lecep, maya rakab atau sapi menek pring, minumnya het sanap atau ipok sanap?”

Ya memang begitulah kebiasaan bu haji, di warungnya menggunakan bahasa walikan arema dalam menawarkan menu pada pembeli. Bagi kita yang dari luar kota mungkin awalnya merasa asing, tetapi justru itu lah yang menjadi keunikan warung ini dan membuat kita semakin penasaran.

Satu hal lagi yang membuat kita betah di sini, sambil makan bu haji mengajak kita ngobrol. Menceritakan bahwa dia mendirikan warung ini sejak 1987. Awalnya berlokasi di jalan Ahamad Dahlan kecamatan Klojen dan baru di tahun 2009 sampai sekarang pindah di jalan kauman dekat alun-alun.

Di warung ini menyediakan varian menu yang beragam dengan cita rasa yang pas, tidak terlalu manis dan tidak terlalu pedas. Cocok untuk kita yang tidak menyukai masakan yang pedas.

Makan di warung ini membuat kita serasa sedang makan di rumah sendiri, ditemani oleh ibu. Dan rasanya suatu saat ingin kembali lagi kesini, makan sambil belajar bahasa walikan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*