Dirintis Tahun 1962 Terbukti Tahan Krisis dan Tetap Eksis

Jendela Usaha – Saat udara panas, pasti kita akan selalu merasa haus, bawaannya pengen minum minuman dingin yang menyegarkan tenggorokan dan tentunya membuat tubuh tetap sehat. Es dawet adalah pilihan yang paling tepat, terbuat dari bahan-bahan alami dan yang terpenting tanpa bahan pengawet.

Salah satu warung dawet paling eksis di Madiun adalah Dawet Suronatan. Berawal dari usaha berjualan dawet ini dirintis oleh Maunah, sejak tahun 1962.

Disebut dawet Suronatan karena Maunah berjualan dawet di kampung Suronatan. Dan tahun 1970 Maunah pindah lokasi berjualan ke Jalan Merbabu no 10 Kota Madiun. Tahun 1997 Maunah meninggal, usaha ini diteruskan oleh anaknya Sunarsih, bahkan kini cucu Maunah, Udhi yang meneruskan usaha ini.

Kualitas rasanya tidak berubah, tetap menggunakan resep asli warisan dari Maunah. Bahkan cendolnya dibuat khusus oleh Minten yang sudah kerja puluhan tahun dengan Maunah.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/nih-yang-dibakar-dalam-bambu-dan-menggunakan-tungku-kayu/

Kelezatan dawet Suronatan memang khas dan tidak perlu diragukan lagi. Memiliki 4 macam isian dawet Suronatan yaitu cendol, bubur sumsum, ketan hitam dan tape singkong.

Dipadukan dengan segarnya santan dan manisnya gula yang pas, tidak membuat mual perut. Ada salah satu pelanggan setia dawet Suronatan, bernama Siska berasal dari Surabaya, dia mengaku selalu membeli dawet Suronatan setiap kali ke Madiun. “Dawetnya enak, bikin kangen.” katanya.

Dawet yang satu ini memang disukai semua kalangan, mulai orangtua Bapak SBY dan mantan panglima TNI Djoko Suyanto, favorit sekali minum dawet Suronatan.

Dalam sehari omsetnya kurang lebih bisa mencapai 5 juta. Wow keren ya. Dawet Suronatan buka setiap hari mulai jam delapan pagi sampai jam empat sore. Yuk buruan datang kesana, dijamin ketagihan. Yang ingin memesan bisa hubungi 0851-0074-1646. (san)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*