Es Bungsu 29 Menjaga Keaslian Rasa Sejak 1962

es bungsu 29

Loveusaha – Tak klop rasanya, kalau Anda ke Bandung tanpa mampir ke Es Bungsu 29. Es yang awalnya dikenal dengan nama sekoteng bungsu ini sudah eksis sejak tahun 1962.

Sudah cukup berumur untuk ukuran manusia. Namun demi menjaga keaslian rasanya, Es Bungsu 29 milik Osye Soelaksana ini tidak membuka cabang di mana pun, hanya di Jalan Veteran yang dulunya bernama Jalan Bungsu. Karena itu, es campur tersebut dinamai es bungsu.

Sebetulnya, es Bungsu 29 tak ubahnya es campur biasa, tetapi namanya sudah terkenal ke mana-mana. Soal rasa, itu yang membedakannya dengan es campur lainnya.

Mungkin Anda sulit percaya, tetapi setelah mencicipinya, Anda pasti punya komentaar tersendiri tentang rasa es tersebut. Es bungsu yang berbahan dasar kelapa muda, kolang-kaling, avokad, dan sekoteng ini tidak menggunakan santan.

Sekoteng dan gula yang digunakan pun adalah hasil olahan sendiri. Pantas saja rasanya tetap terjaga. Pengalaman rasa menikmati es bungsu sudah terasa sejak sendok pertama.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/pecel-rawon-legendaris-dari-rm-pecel-ayu/

Jelas rasanya lebih lembut dengan aroma harum yang soft. Kelembutan rasanya didukung pula serutan kelapa muda yang tipis dan sekoteng yang warnanya membangkitkan selera.

Ternyata, racikan gula adalah kunci utama lembutnya cita rasa es bungsu. Jadi, jangan pernah mengaku penggemar fanatik es campur sebelum mencoba Es Bungsu 29.

Jangan heran, ketika memasuki warung es bungsu di Jalan veteran No. 29, pemandangan pertama yang terlihat adalah bahan-bahan untuk membuat mi kocok, mi bakso, dan lontong kari di lemari pajang.

Namun, beberapa langkah kemudian, Anda akan melihat gerobak es di sisi yang berlawanan. Warung ini memang sedikit unik, karena bentuknya memanjang sekitar 15 meter dengan lebar 3 meter.

Meja dan bangku pun diatur memanjang, menyesuaikan bentuk ruangan. Di salah satu dinding menggantung meja-meja lipat untuk mengakomodir pembeli yang tidak kebagian meja dan bangku.

Mungkin ketika sampai di dalam warung, Anda tidak langsung bergegas duduk. Yakinlah, mata Anda akan lebih menyukai menelusuri satu demi satu gambar band legendaris Rolling Stone di kedua sisi dinding warung tersebut.

Bisa di bilang, warung ini menjadi Rolling Stone mini-hall of fame. Di salah satu pojok, gambar-gambar Bruce Lee turut menghiasi dinding, meski terkesan minor bila dibandingkan dengan koleksi gambar Rolling Stone. Totalnya, ada sekitar 200 gambar dengan ukuran yang beragam.

Tidak hanya gambar Rolling Stone yang menemani Anda, tetapi alunan music mereka pun akan membawa Anda bernostalgia. Pasalnya, setiap hari pengunjung akan disuguhi live music oleh beberapa musisi blues. Lagu-lagu yang dibawakan pun masih dari band-band angkatan Rolling Stone, seperti The Beatles. (n5)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*