Geliat Bisnis Warung dan Sambel Pecel Yu Tiwi

Loveusaha – Sambel pecel merupakan penganan khas Indonesia khsusnya di Jawa Timur yang memiliki banyak penggemar setia. Meski kebanyakan orang mengenal sambel pecel yang enak berasal dari Madiun, Blitar atau Kediri. Nyatanya setiap daerah memiliki cara, keunikan dan cita rasa yang berbeda dalam membuat sambel pecel yang hasilnya dipastikan memiliki kekhasan tersendiri dan tentu saja sama enaknya.

Saat ini olahan makanan berbahan utama kacang ini menjadi favorit hampir semua kalangan dan sangat praktis dan cocok untuk rumah tangga, anak kost, wanita karier yang sibuk dan yang tidak bisa memasak.

Sambel pecel ini juga bisa dibawa kemanapun karena tinggal dicampur dengan air dan dinikmati bersama panganan lainnya sesuai selera dan tentunya mengandung gizi yang baik bagi tubuh.

Nah di kota Mojokerto sarapan sambel pecel merupakan sarapan yang paling populer, di setiap sudutnya akan banyak ditemui penjual sambel pecel yang menjajakan dagangannya sebagai menu utama sarapan. Salah satunya adalah pecel Yu Tiwi.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/rujak-gobet-kuliner-dari-varian-singkong/

Berawal dari berjualan warung pecel dan mendapat sambutan yang bagus dari masyarakat sekitarnya, Setiyo Catur Yuni akhirnya juga mengembangkan bisnis warung pecelnya dengan membuat bumbu pecel siap saji dengan berbagai varian seperti original, sedang, dan pedas.

Dalam memproduksi bumbu pecel berlabel sambel pecel Yu Tiwi ini Catur dibantu oleh dua orang karyawan dengan jangkauan pemasaran di Mojokerto dan hingga luar daerah.

“Saat ini pemasaran masih offline dan melalu media sosial saja mengingat tenaga yang masih terbatas. Omzet kami masih kecil sekitar 12 juta rupiah per bulan namun grafiknya terus mengalami peningkatan.” jelas Catur.

Untuk membuat sambel pecelnya Catur masih menggilingkan bumbunya dan sisanya dilakukan di industri rumahan. Dalam pembuatannya sambel pecel menggunakan berbagai campuran bahan kacang sebagai bahan utama ditambah cabe, bawang putih, kencur, daun jeruk dan aneka rempah lainnya.

Demi mendukung bisnis warung pecel dan sambel pecel Yu Tiwi kerap mengikuti pelatihan dan seminar baik yang didakan Dinas Koperasi lokal Mojokerto maupun pameran UMKM di beberapa kota lainnya.

Menurutnya menekuni bisnis sambel pecel memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi karena kompetitornya sudah begitu banyak, sehingga dirinya harus banyak berinovasi. Dan berkat kemauan yang keras inilah, bumbu sambel pecel buatan Catur semakin diminati pasar.

Meski demikian Catur mengaku pernah mengalami pengalaman tidak mengenakkan dalam bisnis sambel pecel ketika mengalami penolakan dari konsumen.

“Saya pernah mengalami pengalaman menyedihkan ketika sambel pecel saya mengalami penolakan karena packaging produk yang kurang menarik, namun menjadi lecutan bagi saya untuk memperbaiki kemasan. Namun lebih banyak senangnya ya karena saat mengikuti pameran-pameran jadi banyak yang tahu produk saya dan memesan untuk acara-acara pernikahan dan catering.” katanya.

Kini memasuki tahun ke empat usaha warung pecel dan Sambel Pecel Yu Tiwi, Catur berharap usahanya bisa semakin berkembang dan omzet terus meningkat, banyak permintaan ulang dan pemasaran bisa menjagkau seluruh kota di Indonesia.

“Sebenarnya sebelum usaha ini kami dalam keadaan kolaps karena usaha jasa pengerjaan bangunan kami mengalami kebangkrutan, namun usaha pecel Yu Tiwi ini betul-betul menjadi berkah yang luar biasa. Kami harap usaha ini akan terus maju dan berkembang.” kata Catur. (dy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*