Genjot Bisnis Opak Gambir Dengan Inovasi Rasa dan Kemasan

opak gambir

Loveusaha Jaman dahulu untuk memperoleh singkong sangatlah mudah dan murah, berbeda dengan sekarang sering banyak konsumen dan pedagang yang menggantungkan bisnisnya dari bahan baku singkong mengeluh susah mendapatkan bahan baku yang satu ini.

Salah satunya dirasakan pedang keripik atau opak yang berbahan dasar singkong dan tepung. Betapa tidak, bisnis makanan cemilan opak gambir itu sangat bergantung dengan tepung. lalu gula.

Faktor tepung menjadi penentu apakah cemilan ini akan banter di pasaran atau tidak. Padahal kualitas tepung naik turun harganya berpatok pada harga dolar.

Begitu juga gula, kalau variabel lain naik gula paling duluan ikut mengejar harga. Indra Setiawati, produsen opak gambir bermerek RAMA asal Desa Sumber Gedang Pandaan Pasuruan Jawa Timur ini adalah satu dari banyak pemain opak gambir dan keripik talas yang sempat merasakan jatuh bangun akibat mahalnya harga bahan baku ketela.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/jendela-usaha/peluang-usaha-anti-gagal-minuman-kopi-kekinian-favorit-milenial/

Di awal usahanya Indra hanya merepacking berbagai keripik seperti jagung manis pedar, original , stik ketela dan lainnya namun pelangganya justru menanyakan apa dirinya juga menjual opak gambir.

Resep awal opak gambirnya sendiri berasal dari coba-coba resep dan menggunakan bahan bahan alami tanpa kimia sama sekali.” Pernah ada anak sensitif sama makanan, namun makan opak gambir buatan saya tepat sehat tanpa kendala dan alhamdulillah sampai sekarang jadi pelanggan tetap,” terangnya.

Usaha RAMA sendiri baru dimulai tahun 2016 menjelang puasa Ramadhan namun begitu sudah mulai banyak memiliki pelanggan setia.

“ Sebenarnya usaha ini berawal dari cerita 4 tahun lalu, dimana ayah saya adalah orang yang pintar membuat dan menggoreng keripik ketela sendiri, sebelumnya beliau ikut juga, “ kenangnya.

Untuk pemasaran RAMA masih mengandalkan pemasaran offline. Salah satunya berjualan di Pasar Wisata Masjid Cheng Ho Pandaan yang kala itu diakuinya kompetitornya menjual dengan harga sangat murah dan dirinya kalah bersaing karena sudah banyaknya pemain lama.

Diakui Indra dirinya belum pernah ikut pameran sama sekali karena tidak memiliki channel. Pernah dirinya mengikuti Forum Ekonomi Syariah Jawa Timur dimana disitulah dirinya mendapat pelatihan berjualan secara online dan pelatihan membuat snack dengan varian baru.

Saat ini seluruh produk RAMA sudah berijin PIRT dan sedang mengurus sertifikasi halal sambil menunggu pengarah dari Dinas Koperasi yang diikutinya.

Dalam sebulan full usahanya bisa memproduksi 60-70 kg opak gambir. Untuk mendapatkan rasa dan kemasan yang menarik Indra kerap berjalan-jalan ke pasar wisata sekedar untuk mendapatkan wawasan akan rasa dan merek untuk menyempurnakan produknya.

Opak gambirnya dikemas dalam satu platik besar berisi 20 buah pack kecil  yang per buahnya dijual dengan mulai harga Rp. 2000 hingga Rp. 13 ribu rupiah dan harga ini tetap meski beli eceran maupun grosir.

Ada banyak varian opak gambir yang dijual dengan warna-warna perasa pasta seperti warna pink rasa stroberi, hijau rasa pandan, dan kuning rasa durian serta putih untuk original.

Selain opak gambir RAMA juga membuat keripik telo ungu dan madu, stik telo ungu dan madu, jagung getes ori dan pedes, keripik singkong dan keripik tempe.

Semoga kedepan usaha saya tambah maju, lancar, tambah produk baru sambil menunggu pelatihan tamabahan dan ada channel yang membawa saya ke arah situ. Tentunya tiap orang mau usahanya bisa berkembang ya baik mendapat dukungan dan pendampingan ataupun tidak.” (da)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*