Inilah Jahe Instan Mbah Jayus yang Berawal Takutnya Akan Riba

jahe instan mbah jayus

Loveusaha Bagi sebagian besar orang bekerja di bank adalah sebuah kebanggaan namun beda halnya dengan Mochamad Rosul Ismail owner dari produk jahe instan Mbah Jayus, merupakan sedikit orang yang mengundurkan diri dari bank karena alasan takut akan riba.

“Usaha ini berdiri akhir tahun 2016 lalu sejak saya resign dari Bank BUMN setelah 14 th saya menjalani karir sebagai bankir karena saya takut akan dosa riba,” katanya.

Menurut Mochamad Rosul awal mula dirinya memilih usaha minuman jamu Instan adalah ketika ibunya setiap malam Ramadhan setelah tarawih membuatkan minuman jahe rempah untuk orang-orang yang tadarusan di masjid dan ketika itu banyak orang yang menyukai minuman jahe ini.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/aneka-bisnis-kuliner-lezat-dari-di-frozz-food/

Hingga setelah resign sebagai bankir dirinya berfikir untuk mengemas minuman jahe rempah instan ini dan menjadikannya komersil atau dijual bebas.

Akhirnya dengan berlabelkan nama Jahe Rempah Instan Mbah Jayus yang merupakan nama orang tuanya Mochamad Rosul mulai menjualnya dengan dua varian utama yaitu serbuk jahe rempah tanpa gula dan serbuk jahe rempah instan plus gula.

”Kalau yang tanpa pula Alhamdulillah sudah diteliti oleh mahasiswa S2 Unibraw dan telah teruji bisa menurunkan kadar gula darah. Selain itu ada juga yang telah dipresentasikan dalam seminar internasional ICGAB 2018 (International Conference On Green Agro Industry And Bioeconomy).” katanya.

Untuk proses produksinya sendiri saat ini masih mengandalkan keluarga sebagai tenaga produksi dan pemasaran.

“Sebenarnya usaha ini sementara masih sampingan ya dan kami belum terjun secara total menanganinya. Jadi konsumen sementara masih seputaran Malang, dan yang di luar Malang rata-rata teman saya sesama Bankir dulu yang sudah resign yg berkumpul dalam wadah xbank.” jelas Mochamad Rosul.

“Sementara pemasaran dilakukan secara online dan offline. Untuk offline masih menggunakan sistem konsinyasi di toko-toko di wilayah Malang. Saat ini Mochamad Rosul mengaku masih terkendala masalah bahan baku karena harga Jahe yg dari harga 6ribu per kilo sekarang melonjak jadi 40rb perkilo.“ lanjutnya lagi.

“Selain melonjak barangnya juga agak susah barangnya. Untuk proses produksi pembuatan jahe rempah yang tanpa gula Rosul mencuci bersih jahe dan lalu dijemur.Setelah kering disangrai dan digiling lalu disangrai lagi agar benar-benar kering dan tidak cepat menggumpal. Setelah itu di disaring dan dicampur rempah lainnya hingga siap dikemas.”

“Sementara untuk jahe rempah instan plus gula prosesnya adalah jahe dicuci bersih lalu diparut dan diperas untuk diambil sarinya. Sementara rempah-rempah lainnya diblender bersama diambil sarinya. Sari dari jahe dan rempah2 tadi lalu disangrai dengan gula pasir sampai mengkristal, lalu dikemas,” kata Mochamad.

Suka dukanya ketika berusaha diakui Mochamad karena kemasan kecil (30gr) produknya harganya lumayan mahal banyak masyarakat yang menolak diawal karena menganggapnya terlalu mahal.

Padahal menurutnya dalam 1 botol kecil ukuran 30gr tersebut bisa digunakan untuk 50 gelas, dan manfaatnya yang luar biasa. Dirinya juga terkendala banyak toko yang menolak untuk di titipi produknya karena dianggap terlalu mahal untuk ukuran yang relatif kecil.

“Sukanya berbisnis minuman ini adalah senang ya karena produk saya bisa membantu masyarakat untuk mengobati menurunkan kadar gula darah. Dan para pelanggan yang telah mengkonsumsi produk jahe ini selalu membeli kembali karena sudah merasakan manfaatnya.” tutup Mochamad.

Kedepan Rosul berharap Jahe Instan Mbah Jayus bisa semakin bermanfaat dan banyak masyarakat yang tahu bahwa ada cara mudah menurunkan gula darah yang tinggi tanpa harus keluar biaya mahal. (da)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*