Izin Yang Diperlukan Untuk Usaha Konveksi dan Komponennya

usaha konveksi
Foto: Usaha konveksi

LoveusahaMemulai sebuah usaha pastinya membutuhkan sebuah izin usaha, karena memang semua usaha membutuhkan keresmian dan izin. Begitu juga dengan usaha konveksi, ada izin yang diperlukan untuk usaha konveksi agar usaha anda sah secara hukum.

Nah, jika anda berniat untuk memulai usaha industry konveksi dengan modal 100 jutaan misalnya. Maka usaha anda tersebut bisa dikategorikan pada industry kecil, yang harus diperoleh IUI kecil berdasarkan pasal 12 Izin Usaha Industri (PP 107/2015) yang bisa anda ajukan kepada Bupati/Walikota.

Sedangkan pada pasal 12 ayat (2) PP 107/2015 menyatakan bahwa kewenangan tersebut didelegasikan kepada kepala instansi pemerintah yang menyelenggarakan layanan terpadu 1 pintu. Jadi anda bisa memulai usaha konveksi anda menggunakan izin usaha yang satu ini.

Lalu adakah izin yang diperlukan untuk usaha konveksi serta komponen lainnya? Tentu saja ada, karena itulah anda bisa cek informasinya berikut ini:

1. SIUP

Izin usaha lain yang mungkin anda butuhkan adalah SIUP yang akan diajukan kepada pejabat penerbit SIUP dengan melampirkan surat permohonan yang sudah anda tandatangani di atas materai.

Adapun kriteria untuk perusahaan perdagangan konveksi mikro sendiri ada 3, yaitu sebagai berikut:

  • Usaha perseorangan atau persekutuan
  • Kegiatan usaha dijalankan, di urus serta dikelola oleh pemilik atau keluarga terdekatnya
  • Memiliki kekayaan bersih paling banyak -+ Rp. 50 juta dan tidak termasuk tanah serta bangunan tempat usaha tersebut

Klasifikasi Jenis SIUP

Klasifikasinya sendiri juga ada3, hal ini sesuai dengan pasal 2 ayat (2) Jo. Pasal 3 Permendag 46/2009 yang berisi sebagai berikut:

  • SIUP kecil wajib dimiliki oleh perusahaan yang kekayaan bersihnya lebih dari 50 juta hingga paling banyak 500 juta saja dan tidak termasuk tanah serta bangunan usaha
  • SIUP menengah, perusahaan wajib memiliki kekayaan bersih mulai dari 500 juta hingga paling banyak 10 miliyar dan tidak termasuk tanah serta bangunan usaha
  • SIUP besar, yaitu perusahaan wajib punya kekayaan bersihnya lebih dari 10 miliyar, tidak termasuk tanah serta bangunan tempat anda membuka usaha

2. IUI

Sebelumnya di awal kita sudah bahas IUI secara garis kecilnya saja, mari kita bahas secara menyeluruh agar lebih memahami. Jadi IUI sesuai dengan pasal 2 ayat (1) tentang peraturan pemerintah nomor 107 tahun 2015 tentang izin usaha industry.

Konveksi merupakan usaha industry, karena itulah anda yang ingin membuka perusahaan konveksi butuh izin yang diperlukan untuk usaha konveksi seperti IUI ini. Kegiatan industry sendiri merupakan kegiatan mengolah bahan baku serta memanfaatkan sumber daya industry yang ada untuk menghasilkan barang yang punya nilai jual serta manfaat.

Kegiatan industry sendiri juga ada 3 klasifikasi, jadi tergantung juga perusahaan dengan klasifikasi apa yang ingin anda bangun?

  1. Industri Kecil
  2. Industri Menengah
  3. Industri Besar

Sesuai dengan IUI pasal 3 ayat (1) PP 107/2015, IUI dibagi menjadi 3 juga, yaitu sebagai berikut:

  1. IUI kecil untuk Industri Kecil
  2. IUI menengah untuk Industri Menengah
  3. IUI besar untuk Industri Besar

IUI tersebut memang sesuai dengan pasal 3 ayat (2) PP 107/2015 yang sekurang-kurangnya memuat sebagai berikut:

  • Identitas perusahaan.
  • Nomor pokok wajib pajak.
  • Nilai investasi.
  • Jumlah tenaga kerja.
  • Luas lahan lokasi industry.
  • Kapasitas produksi yang terpasang atau kapasitas jasa.
  • Kelompok industry sesuai dengan KBLI yang ada.

Itulah izin yang diperlukan untuk usaha konveksi yang ingin anda buka, tetapi jangan lupa juga untuk menyiapkan dokumen lain serta komponen lain. misalnya saja rencana usaha kedepannya agar anda bisa mengembangkan usaha anda lebih cepat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*