Kemudahan Bahan Baku Menjadi Alasan Memilih Bisnis Keripik Pisang QR

keripik pisang QR

Loveusaha Dari sekian banyak keripik, keripik pisang merupakan salah cemilan satu favorit masyarakat. Potensi Indonesia yang kaya akan pohon pisang mulai berbagai jenis bisa ditemui dengan mudah di berbagai wilayah di tanah air.

Bahkan ada daerah khusus yang terkenal akan pohon pisangnya seperti Lampung yang banyak terdapat pengusaha kecil dan menengah untuk industri keripik pisang.

Meski demikian keberadaan pohon yang satu ini bisa dengan mudah ditemui merata di selueurh wilayah di tanah air karena penanaman yang mudah dan tidak memerlukan perawatan khusus.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/usaha-kosmetik-peluang-penghasilan-tambahan-untuk-ibu-ibu-milenial/

Hal ini pula yang dilihat Suci Wantini seorang ibu asal Ngawi Jawa Timur yang mengolah pisang menjadi aneka kripik renyah nan nikmat.

“Saya memilih usaha ini karena bahan bakunya yaitu pisang sangat mudah didapat dan bisa diolah menjadi beraneka varian rasa sehingga lebih nikmat dan berbeda penyajiannya.”

Dibawah label produk bernama QR, Suci memulai usahanya pada tahun 2014 dan dilanjutkan dengan mengurus ijin PIRT pada tahun 2015. Produk  keripik pisang buatannya pun dibuat dengan beraneka rasa seperti manis, original dan cokelat.

Meski fokus pada keripik pisang namun untuk lebih meningkatkan omzet usahanya Suci juga menjual aneka kue kering atau kue basah untuk snack ketika menjelang Lebaran.

Menurutnya keripik pisang QR memiliki keunggulan dibanding keripik sejenis yaitu rasa manisnya yang pas dan berasal dari wijen.

“Testimoni sangat baik ini datang sendiri dari para pelanggan kami dari berbagai umur dari anak-anak hingga dewasa. Menurut mereka terlebih yang tidak suka gula menikmati keripik QR sangat enak dan tidak khawatir dengan rasa manisnya.”

“Terlebih yang rasa coklat ini andalan produk kami karena disukai semua kalangan dan jarang dimiliki oleh keripik pisang disini, karena rasa coklat dan pisangnya sangat menyatu dan kriuknya renyah.”

Saat ini pemasaran produknya sudah sampai luar Ngawi seperti Malang dan Surabaya. Selain pemasaran tradisional dari mulut ke mulut atau whatsapp messenger, keripik QR juga dipasarkan melalui media sosial seperti instagram dan facebook.

Ditanya apakah sudah mulai masuk marketplace Suci menjawab dirinya baru bergabung dengan achilapak dan belum bekerjasama dengan marketplace besar seperti Tokopedia, Bukalapak atau Shopee.

Lima tahun berjalan kini keripik QR  makin banyak dikenal pelanggannya dan mengalami kenaikan omzet dari tahun ke tahun. Hal ini tak luput dari jangkaun pemasaran yang semakin luas dan banyak.

Didukung juga oleh keikutsertaan Keripik QR dalam berbagai pameran industri kecil dan besar yang diadakan berbagai instansi dan dinas terkait. “Saya juga sering mengikuti berbagai seminar dan pelatihan terutama jika ada yang menfasilitasi seperti seminar di hotel Ibis kemarin.”

Ditanya suka duka selama usaha menurutnya lebih banyak kepada keterbatasan modal usaha dan pemasaran.

“Sebenarnya banyak sukanya ya kalau pasa banyak pesanan diluar hari hari biasa, namun kendalanya di modal yang masih terbatas dan ketika orderan sedang sepi saja.“

Ke depan Suci berharap ada bantuan untuk pemasaran sehingga dirinya bisa memasarkan produknya lebih luas termasuk ketersediannya peralatan produksi yang lebih canggih.

“Semoga kami bisa difasilitasi berbagai alat-alat produksi yang lebih canggih dan baik ya sehingga memperlancar proses produksi dan jangkauan pemasaran kami bisa lebih luas.” (da)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*