Kesenian dan Tradisi Jawa Timur Masuk Warisan Budaya Nasional

 

Loveusaha Ada banyak cara untuk melihat kepribadian seseorang, mulai dari cara makan, berbicara, berjalan, hingga tatapan matanya. Banyak studi yang mengatakan bahwa komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggambarkan diri kita seperti apa. Berikut beberapa penjelasan mengenai kepribadian seseorang yang dilihat dari tatapannya.

Tatapan Mata yang Tidak Bisa Diam, Jika Anda bertemu dengan teman dan mengobrol bersama, perhatikan bola matanya. Jika bola matanya sering kali berputar, dapat diartikan jika dia sedang menyembunyikan sesuatu atau karena hal lain. Dengan sikapnya yang seperti itu, bisa diartikan jika lawan bicara mempunyai sifat introvert, tertutup, pemalu, suka menyendiri, dan kurang bersosialisasi.

Apakah Anda pernah bertemu dengan lawan bicara seperti ini? Tatapan seperti orang menerkam, atau seakan akan marah dengan kita. Orang dengan tatapan seperti ini biasanya memiliki kepribadian yang emosional, mudah marah, tidak sabaran, dan keras. Tetap pada pendapatnya, walau terkadang salah.

Tatapan langsung ke lawan bicara, Tipe lawan bicara seperti ini merupakan tipe yang cukup menarik. Jika Anda berbicara dengannya, dia akan sangat penasaran dengan apa yang Anda ceritakan, dan Anda merasa dihargai. Dari sikapnya akan terlihat bahwa dia memiliki kepribadian yang hangat pada orang lain di sekitarnya, percaya diri, mudah bergaul, dan memiliki kreativitas yang tinggi.

“Usulan ini disampaikan daerah masing-masing, kemudian ada tim Tim Ahli Warisan Budaya yang menilai dan kemudian ditetapkan,” terang Sri Hartini direktur Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Kebudayaan, saat acara dialog budaya di Banyuwangi.

Hartini mengatakan, penetapan ini ditujukan agar budaya lokal dapat dilestarikan.

Meski sudah ditetapkan sebagai warisan budaya nasional, Hartini mengatakan, pemerintah daerah  mempunyai kewajiban melakukan proses pelestarian itu.

“Caranya dengan terus melakukan dialog antara budayawan, seniman, akademisi, tokoh adat,” ucapnya.

Selain delapan kesenian dan tradisi di atas, Jawa Timur juga menempatkan permainan anak Egrang sebagai Warisan Budaya Takbenda Bersama.

Masuk kategori bersama karena permainan ini juga ada di banyak daerah meski dengan nama-nama yang berbeda.

 

Sumber : Tribun

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*