Keuntungan Mendapatkan Sertifikat Halal Bagi Produk Usaha

mikro syariah
mikro syariah

Loveusaha – Bagi pelaku usaha makanan dan minuman, memiliki sertifikat halal sangat diperlukan. Tujuannya adalah agar konsumen lebih percaya dan tentunya mereka merasa nyaman dengan produk yang Anda tawarkan.

Sebenarnya tidak hanya untuk produk makanan dan minuman saja yang membutuhkan sertifikat halal. Barang selain itu misalnya suatu brand kosmetik yang saat ini banyak dicari oleh para wanita yang sudah jelas mengantongi izin “HALAL”.

Mayoritas dari masyarakat Indonesia, sebelum memilih membeli suatu produk akan mencari secara rinci mengenai kehalalannya. Jadi saat Anda saat ini sedang memiliki usaha yang memerlukan label halal, jangan ditunda untuk segara mengurusnya.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/pola-hidup-sehat-dengan-floresko-black-garlic/

Jika Anda belum memiliki sertifikat halal, jangan khawatir. Anda dapat segera mengurusnya. Berikut ini beberapa panduan yang mungkin dapat membantu Anda untuk mengantongi izin tersebut. Prosedurnya yaitu:

  1. Mengikuti Pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH)
  2. Menerapkan Sitem Jaminan Halal
  3. Menyiapkan Dokumen
  4. Melakukan Pendaftaran
  5. Melakukan Monitoring
  6. Pelaksanaan Audit
  7. Monitoring Pasca Audit
  8. Memperoleh Sertifikat Halal

Apa Keuntungan Memiliki Sertifikat Halal Untuk Produk Usaha???

Saat sudah mengantongi label sertifikat halala, akan ada banyak keuntungan yang Anda dapatkan seperti:

  • Mendapatkan keuntungan dari market share lebih besar tanpa kerugia dari pasar atau klien non muslim sebanyak 100 persen.
  • Sertifikat halal menjadi jaminan yang dapat dipercaya untuk mendukung klaim pangan halal.
  • Investasi berbiaya murah jika dibandingkan dengan pertumbuhan revenue yang dapat dicapai.
  • Dapat meningkatkan marketability produk di pasar atau negara muslim.
  • Dapat meningkatkan citra produk.
  • Cara menarik minat konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Untuk setiap produk yang telah mendapatkan sertifikat halal MUI, masa berlakunya sekitar 2 tahun. Sleanjutnya klien wajib melakukan perpanjangan sertifikasi (re-sertifikasi) setidaknya 3 bulan sebelum masa berlaku sertifikat berakhir. Jika tidak, produk tersebut tidak lagi berhak mencantumkan logo halal milik MUI.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*