Kinan Net dan Fotocopy, Tetap Bertahan Ditengah Majunya Android

kinan net

Loveusaha Pertama kali dikenal publik di awal tahun 2000 an bisnis warnet merupakan bisnis yang sangat menjanjikan. Tidak seperti sekarang saat itu harga seperangkat komputer masih sangat mahal, ditambah minimnya akses internet di kalangan masyarakat membuat orang-orang memilih pergi ke Warnet untuk segala kebutuhan mereka akan akses perangkat komputer dan internet.

Saat itu masa depan bisnis warnet semakin menjanjikan ketika permainan game online mulai  bermunculan dimana memasuki Tahun 2005, Publisher game berlomba-lomba merilis game online dengan berbagai genre dan mulai meramaikan pasar game online di Indonesia dan berdampak positif
atas perkembangan Bisnis Warnet. Para pengusaha bisnis ini banyak meraih untung yang besar bahkan saat itu banyak pengusaha besar adalah pengusaha pemilik warnet.

Namun memasuki pertengahan tahun 2011 ponsel berbasis android memasuki tanah air dan berimbas pada sebagian besar bisnis warnet di tanah air, karena tak perlu ke warnet untuk mengakses internet bisa digenggam di tangan, dunia teknologi android meramaikan pasar online dengan tarif yang murah sehingga orang yang membutuhkan tidak perlu ke warung internet untukmengakses internet, sehinga banyak pengusaha warnet yang gulung tikar.

Fenomena ini banyak terjadi di kota besar banyak pengusaha bisnis ini gulung tikar, namun di daerah-daerah kota kecil seperti Pasuruan ternyata usaha ini masih memberikan keuntungan yang menjanjikan. Kinan Net adalah satu dari beberapa bisnis warnet yang masih bertahan. Usaha jasa di bidang warnet dan fotocopy miliknya bahkan stabil dan berkembang hingga sekarang.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/genjot-bisnis-opak-gambir-dengan-inovasi-rasa-dan-kemasan/

Adalah Yusma Nur Afifah dan suaminya yang mengembangkan usaha ini berangkat dari membeli dan melanjutkan usaha kakak iparnya. “Ya kalau disini masih lumayan ya sehari paling sedikit ada 5 orang konsumen baik untuk bermain internet, game online, fotocopy atau scan juga laminating. Karena kita kan gak cuma warnet aja. Lagipula tidak semua orang kan punya handphone jadi kalau mau akses internet harus ke warnet kan,” tuturnya.

Rara-rata konsumen Kinan Net terdiri dari pelajar baik SMP maupun SMA, terlebih wilayah usaha Kinan Net berdekatan dengan balai desa, sekolah SD dan SMP. “ Paling banyak orang kesini buat akses internet, fotokopi tugas sekolah dan orang-orang yang di Balai desa ada aja yang fotokopi. Kalau paling sering fotokopi undangan untuk Yasinan dan Tahlilan soalnya disini kan kalau ada acara begitu harus diundang satu-satu jadi sering sekali.”

Karena melayani konsumen terus menerus dan beragam seringkali Kinan Net mengalami kendala teknis seperti mesin yang error atau rusak. Terlebih banyak dari konsumennya yang suka asal colok flasdisk yang kadang membawa virus dari luar. “ Ya bagaimana lagi namanya usaha jasa dan modal kita mesin pasti ada jangka waktu pemakaian minimal dan harus ada maintenance dan instal ulang  kalau error atau rusak.”

Untuk mensiasati agar mesin-mesinnya selalu awet Yusma selalu menggunakan tinta asli selain tintanya menjadi lebih hemat dan mesinnya juga jadi awet terutama untuk printer dan laminating. Diterangkan Yusma kompetitor usaha warnet dan fotokopi di wilayahnya masih tergolong sedikit karena mungkin masih sedikitnya pengguna android.

Kini Kinan Net yang beralamat di dusun Plintahan Desa Plintahan Pandaan Pasuruan ini berharap usaha bisa terus bertahan dan mendapatkan hasil usaha sesuai dengan yang direncanakan. “ Kami berharap usaha ini semakin sukses dan berkembang, lancar dan tentunya barokah,” tutupnya (da)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*