Kisah Triyono, Pendiri Ojek Online Untuk Disabilitas Pertama di Dunia

triyono

Loveusaha “Bukan takdir yang merebut mimpi kita, tapi harus kita yang berusaha untuk menggapai mimpi itu” jelas Triyono Pendiri Sarana Transportasi Online untuk Disabilitas atau sering disebut Difa Bike. 

Diskriminasi untuk disabilitas memang hingga saat ini masih banyak terjadi. Salah satunya adalah mengenai layanan transportasi. Kebanyakan kendaraan umum masih belum menyediakan layanan untuk disabilitas.

Bagi banyak orang mungkin saat ini memilih menggunakan jasa transportasi lebih mudah dilakukan. Adanya layanan ojek online sangat membantu banyak orang. Pergi kemanapun jadi lebih cepat, praktis dan harganya ramah dikantong.

Meskipun banyak bermunculan layanan ojek online, namun hal tersebut nampaknya belum menjawab permasalahan untuk para disabilitas. Berawal dari kesulitan mencari sarana transportasi, membuat Triyono mulai berfikir untuk membuat sebuah sarana transportasi yang dapat membantu dan bermanfaat untuk difabel.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/tarjono-slamet-founder-cv-mandiri-craft/

Dengan tekat yang kuat Triyono mulai mencoba untuk mengirimkan proposal ke beberapa perusahaan. Tidak ada kesuksesan yang dapat diraih sebelum menjalani berbagai macam halangan dan rintangan. Berbekal semangat yang tiada henti membuahkan hasil yang sangat manis.

Pada tahun 2015 akhirnya Triyono mulai berani membuka layanan ojek online khusus untuk para disabilitas. Dengan mengusung nama “Difa Bike” menghasilkan respon positif dari masyarakat sekitar. Difa Bike merupakan sarana transportasi yang dikemudikan oleh penyandang disabilitas.

Awalnya untuk dapat memesan hanya dapat dilakukan melalui sambungan telepon, namun lambat laun sudah mulai berinovasi melakukan pemesanan dapat dilakukan dengan mudah melalui sebuah aplikasi. Sebelum memulai melakukan pemesan terlebih dahulu untuk menginstall aplikasi Difa Bike yang dapat di unduh melalui play store ataupun app store.

Dalam layanan tersebut disediakan fitur seperti Booking Ojek Difa, tentang Difa CT , Difa City Tour, Difa Massage, Difa Kurir dan Cargo, dan Difa Shop Online. Awalnya Difa Bike hanya melayani disabilitas, namun saat ini target pasarnya diperluas dengan dapat di order oleh semua kalangan.

Untuk menjadi driver Difa Bike tentu ada beberapa kriteria yang diperlukan. Salah satunya adalah dengan memiliki SIM D. Triyono bekerja sama dengan DITLANTAS mengenai Surat Izin Mengemudi (SIM) yang akan diberikan kepada ojek online difabel.

Kendaraan yang diberikan juga menyesuaikan dengan jenis kekurangan dari driver disabilitas. Terdapat dua jenis kendaraan Difa Bike yang banyak digunakan oleh para driver. Yang pertama biasa disebut dengan single sit, single sit ini bentuknya hampir mirip dengan becak motor (bentor). Yang kedua adalah Angkutan Roda Tiga Bersama (ARSA), jenis transportasi yang ini memberikan fasilitas kepada para disabilitas dapat didampingi oleh satu orang dalam kendaraan.

Hingga saat ini sudah tercatat terdapat 26 driver Difa Bike yang beroperasi setiap hari. Untuk sistem dari driver dan aplikasinya sendiri hanya dikenakan 10 hingga 15 persen untuk satu kali jalan. Rata-rata dalam satu bulan pendapatan yang diterima oleh para drivel Difa Bike sebesar Rp.1.850.000-.

Dengan adanya Difa Bike banyak membantu perekonomian para disabilitas. Mereka jadi tidak perlu lagi kesulitan mencari pekerjaan dan dapat memberikan nafkah yang cukup layak untuk keluarga di rumah. (tw)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*