Koki yang Handal, Koki yang Mencintai Resep Makanan

koki
Foto : Koki di restaurant

Loveusaha – Sebuah renungan indah yg harus dipakukan para orang tua, para guru, para pemimpin di sebuah lembaga menjelang akhir tahun ini “ ADAKAH KITA SUDAH MENJADI ORANG TUA ,GURU, TRAINER.

PEMIMPIN YANG SEHANDAL KOKI YANG HANDAL? Koki yang handal adalah koki yang bisa mengolah makanan dari bahan olahan pun menjadi sebuah sajian istimewa yang mengundang selera, bergizi, menyehatkan dan mempunyai nilai jual.

Sebuah produk berkualitas lahir dari tangan – tangan para ahli yang kreatif , inovativ dan mengerjakan dengan penuh cinta . Apa pun bentuk produk yang dihasilkan jika dikerjakan dengan penuh cinta maka hasilnya juga memberi resonansi berbentuk sebuah kenikmatan.

Nikmat berdampak bahagia , bahagia berdampak tulus, tulus berdampak ikhlas. Maka belum dikatakan ikhlas manakala belum memberikan kenikmatan atau kebahagiaan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Seorang koki yang handal adalah koki yang menikmati pekerjaannya  dan bahagia ketika menuangkan ide, menjalankan tugas seperti melaksanakan sebuah kesenangan sehingga ketika menemukan bahan yang tidak berkualitas pun akan berpikir mengubah dan mengolah bahan tersebut menjadi sajian istimewa.

Semakin unik bahan yang dimiliki maka semakin menantang untuk berkreasi. Koki yang cerdas tidak mengeluh ketika mendapat bahan yang tidak berkualitas namun akan mencari cara bagaimana menjadikan sajian yang memiliki nilai plus dan unik .

Analogi “Koki” dengan orang tua, guru , pemimpin itu memiliki koherensi yang mirip dengan tugas yang dilakukan dalam tugas sehari- hari. Sebagai orang tua. pemimpin keluarga. ibu. guru dan pemimpin kita sering dihadapkan dengan bahan ( permasalahan ), kondisi yang sering tidak seperti yang kita inginkan, misal anak- anak yang bermasalah, kurang berprestasi, mulai membandel dan sebagainya .

Sebagai seorang guru atau trainer sering kita dihadapkan juga dengan  permasalahan- permasalahan, misalnya input siswa atau peserta training yang tidak berkualitas, jadwal yang tidak tepat, materi yang sulit dan sebagainya, begitu juga sebagai seorang pemimpin kita dihadapkan pada SDM tidak seperti yang diharapkan, sistem tidak berjalan seperti yang diinginkan, perkembangan perusahaan  yang stagnan dan sebagainya .

Apakah hal tersebut harus menjadi sebuah keluhan? Semestinya tidak bukan? Semua problem dan permasalahan itu adalah cara Tuhan menjadikan lebih cerdas. Lebih bijak dan terus eksplorasi seluruh kemampuan dan terus menambah ilmu untuk memecahkan segala permasalahan.

Sehingga apa yang menjadi tanggung jawabnya bukanlah beban namun menjadi sebuah lahan untuk terus berinovasi, eksplorasi, dan kreativitas yang pada akhirnya akan semakin menjadikan diri berkualitas.

Kualitas diri itulah yang bisa mengubah segala yang negatif menjadi positif. Segala kekurangan yang ada pada lingkungan kita bukan untuk dikeluhkan tetapi untuk diubah menjadi produk yang berkualitas, memiliki ciri khas, bermanfaat.

Jika produk itu SDM maka jadi SDM yang berkualitas, jika produk itu barang maka jadi barang yang bermanfaat, jika produk itu suatu sistem maka jadi sistem yang bisa dijalankan dengan taat azas, jika produk itu kebijakan maka akan jadi sebuah kebijakan yang memberikan kebahagiaan .

Semoga di akhir tahun, renungan ini bisa jadi bahan pemikiran untuk melangkah menapaki tahun depan dengan lebih bahagia, dengan segala problema yang ada. Problem itu untuk disyukuri, cara menyelesaikan dengan segala potensi yang telah diberikan sang Pencipta . karena bersyukur bukan hanya cukup mengucap alhamdulillah tetapi bersyukur adalah memaksimalkan potensi yang kita miliki.

BERGANDENG TANGAN MENYAMAKAN VISI DAN MISI UNTUK MEWUJUDKAN IMPIAN . BERSYUKUR BERSAMA . KARENA KITA ADALAH KOKI YANG SIAP MENYAJIKAN YANG TERBAIK UNTUK SESAMA .

(Elmas MU IME TRAINING CENTRE)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*