Kolaborasi Kunci Sukses Bisnis Poeng Collection

poeng collection

Loveusaha – Bicara tentang aksesoris wanita tentu tak lepas dari barang yang satu ini, ya tas menjadi barang wajib yang harus dimiliki wanita, dan tentunya tak hanya satu karena banyak kaum hawa membeli tas hanya untuk sekedar koleksi meski sebenarnya tidak butuh, bahkan mereka rela merogoh kocek  lebih dalam untuk membeli tas yang diminati.

Selain tas yang mayoritas berbahan kulit dan sintetis di kota Malang banyak dijumpai tas etnik kerajinan asli anak Malang salah satunya adalah tas serut dan tas yang terbuat dari rajutan tali kur (macrame).

Kedua bisnis inilah yang kini ditekuni Poeng Collection yang berdiri sejak 2014 silam, meski tergolong pemain baru namun demikian pesanan kedua tas ini terus mengalir dan sukses memikat hati pasar pecinta tas serut dan macrame.

Pendiri usaha ini adalah Larasati Widyoretno, gadis lulusan Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya ini menekuni bisnis tas serut. Awalnya, Laras membantu ibunya dalam hal pemasaran tas berbahan macrame. “ Sebenarnya awalnya dimulai oleh ibu saya dengan nama “Elsy Collection” yang memuat kerajinan tas dari bahan nilon tali kur (Macrame), pasarnya teman-teman ibu salah satunya dari ibu-ibu PKK,” terangnya.

Melihat animo pasar yang bagus, Laras kemudian mengembangkan usahanya sendiri di bidang tas juga, tetapi dengan segmen yang berbeda yaitu untuk anak muda dan remaja yaitu tas serut dengan kombinasi sablon, batik dan furing.

”Akhirnya saya dan ibu membuat Poeng Collection sebagai rebranding dari Elsy Collection karena pada saat pendaftaran usaha nama Elsy sudah ada yang pakai, jadilah diganti Poeng yang sebenarnya nama panggilan untuk ayah kami,” terangnya.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/darling-infused-water-air-sejuta-manfaat-yang-menyehatkan/

Poeng Collection kini telah mampu memproduksi tas serut dan totebag sebanyak 40 buah, namun jika ada pesanan tas rajut dirinya harus mengerjakan lebih lama sekitar tiga hari sekaligus memasang furing. Untuk konsumen yang tertarik membeli atau sekedar melihat produk kerajinan tas macrame maupun tas serut koleksi Poeng Collection bisa mengunjungi toko/ etalase produknya yang beralamat di Jl Garuga no 1 Randuagung Singosari Malang

Satu buah tas serut buatannya dihargai mulai Rp 20 ribu tergantung request model dan tingkat kesulitan membuatnya. Sementara untuk tas berbahan tali kur lebih mahal karena pengerjaannya yang lama dan bahannya beda.

Dalam pengerjaannya sendiri terkadang Laras memerlukan tenaga tambahan jika permintaan sedang banyak atau bantuan temannya yang pandai melukis.

Pemasaran Poeng Collection kini telah merambah online baik facebook maupun instagram. Selain itu Laras dan Ibunya juga kerap mengikuti pameran-pameran kerajinan untuk UMKM seperti Pameran UMKM di Unikama, Universitas Brawijaya dan yang terjauh bersama Wahid Foundation di Gandaria City Jakarta Selatan.

Untuk mengembangkan usaha dan pemasaran Laras dan ibunya juga kerap mengikuti pelatihan yang diadakan di kelompok-kelompok kecamatan Candirenggo dengan mendatangkan trainer berpengalaman di bidangnya seperti pelatikan membatik, jahit kain perca atau pelatihan membuat produk berbahan dasar tali kur. Tak jarang Laras dan ibunya didapuk untuk menjadi narasumber pelatihan.

“ Hal paling menyenangkan ketika menjalani bisnis ini adalah ketika konsumen puas dan kita mendapat kepercayaan pelanggan tetap, gak enaknya ya kalau sudah pesan terus dibatalkan.”

Menginjak lima tahun usaha Poeng Collection telah mampu mengantongi omzet hingga empat juta per bulan hanya untuk tas serut dan totebag. Laras berharap usahanya ke depan makin dikenal dan maju termasuk mempeluas jaringan dan skill.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*