Liem Soei Liong, Bermula dari Upah sebagai Buruh Tahu

Loveusaha – “Dulu, saya belum punya apa-apa ketika datang ke Indonesia. Saya coba bekerja pada orang. Dari upah yang saya terima, saya belikan dua ekor bebek. Saya pelihara, lantas beranak-pinak. Sebagian telurnya saya jual, sebagian saya tetaskan jadi bebek. Bebek saya tambah banyak.”

Liem Soei Liong yang akrab disapa Om Liem adalah pengusaha sukses kelas dunia. Ia mendirikan Grup Salim yang melahirkan Indofood, Indomobil, Indocement, Indosiar, Bogasari, Bank Central Asia, dan lain-lain. Ia juga pernah menduduki peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia dan Asia. Bahkan, ia sempat masuk daftar 100 orang terkaya di dunia.

Om Liem, yang saat itu berusia 21 tahun, pertama kali mendarat di Nusantara, tepatnya di Surabaya. Ia mngira akan dijemput kakaknya yang sudah lebih dulu tiba di Nusantara.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/jendela-usaha/lulusan-restoran-elit-yang-sukses-berbisnis-kuliner/

Ternyata, ketika kapal merapat di pelabuhan Surabaya, tidak ada satu orang pun yang menjemputnya. “Empat hari saya tertahan di pelabuhan Surabaya. Tidak ada makan, tidak ada minum.” Kata Oom Liem. Dan, susahnya lagi, imigrasi di Surabaya juga menolaknya untuk keluar dari pelabuhan.

Seiring dengan bergantinya waktu, akhirnya Om Liem pindah ke Jakarta. Di sanalah usahanya semakin hari semakin besar hingga ia pernah menjadi orang terkaya di Asia.

Lantas, prinsip apa yang ia pegang hingga menjadi pengusaha besar? Om Liem adalah orang yang memiliki bakat dan naluri bisnis yang luar biasa. Selain itu, ia adalah pekerja keras, pantang menyerah, dan tekun.

Sebagaimana dalam sebuah wawancara, ia mengatakan, “Jika ingin suskse, jangan berpangku tangan saja. Semasa muda, bekerjalah habis-habisan. Bersemangatlah dan efektif dalam menggunakan waktu. Jangan cuti lama-lama, jangan selalu jalan-jalan, dan jangan tidur cepat! Jangan pula mudah menyerah pada kesulitan.” (n5)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*