Menikmati Minuman Rempah Instan CSH Rengganis

csh rengganis
csh rengganis

Loveusaha – Dewasa ini kampanye back to nature kian mendapat apresiasi di hati masyarakat. Seiring dengan banyaknya obat-obatan herbal yang laris manis inilah makanan dan minuman sehat pun kian diminati. Salah satu bisnis minuman herbal yang terbuat dari rempah-rempah contohnya kini makin mudah didapat dengan berbagai merek yang ikut berkontribusi menyehatkan dan menjaga stamina para penikmatnya.

Di kota Malang nama CSH Rengganis cukup dikenal sebagai produsen minuman rempah dalam bentuk serbuk yang menyegarkan dan menyehatkan. Adalah Khrisna Murti pemilik bisnis yang beralamat di Jalan Taman Sakura 128 Malang ini mampu memproduksi beraneka rempah pilihan menjadi minuman rempah instant siap seduh yang nikmat.

Berawal dari suaminya yang telah purna bakti dan ingin mencari kegiatan di masa tua, bersama dengan suaminya Khrisna mendirikan usaha minuman rempah instant. Menurutnya saat itu dirinya mulai mengikuti pelatihan membuat minuman rempah instan dan pada bulan Oktober 1998 berdirilah CSH Rengganis yang mengantongi ijin PIRT pada 1999.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/perempuan-terdampak-lapindo-yang-sukses-berbisnis-konveksi/

Ada 10 varian rasa rempah yang diproduksi meliputi jahe, temulawak, jahe merah, kunyit, kunyit  asam, kencur, kunyit putih, kunci sirih, lidah buaya, dan mengkudu. Menurutnya dipilihnya minuman rempah instant karena dirinya berharap bisa menikmati minuman rempah instant seperti halnya menikmati minuman serbuk sari buah seperti yang banyak dijumpai di pasaran. Saat ini produk unggulan CSH Rengganis adalah jahe merah, jahe dan temulawak.

Untuk produksi Khrisna dibantu oleh beberapa karyawan yang masih saudarnya dan dan dua orang karyawan tetap, mereka ini juga menjadi tenaga promosi dari mulut ke mulut. Saat ini selain dititipkan ke toko oleh-oleh dan apotik di Malang Raya dengan sistem konsinyasi dan jual putus, pelanggan setia CSH Rengganis juga sudah sampai luar kota seperti Madura, Semarang dan Cirebon. Selain itu pemasaran juga dilakukan melalui media sosial seperti instagram dan facebook.

Dituturkan Khrisna omzet bisnisnya cenderung mengalami peningkatakan dari tahun ke tahun. “ Sebenarnya trendnya selalu naik ya tapi setahun ini masih stagnan karena masih melayani pasar yang ada dulu dan belum berani mengambil jasa market place takut kewalahan.”

Untuk meningkatkan skill dan wawasan Khrisna kerap mengikuti pelatihan dan undangan dari dinas karena dirinya adalah pengusaha binaan dinas. Ditanya apa kendala bisnis minuman rempah menurut Khrisna lebih kepada bahan baku mahal dan sulit dicari di pasaran. Namun hal ini tak membuatnya patah semangat karena berbisnis minuman rempah ini adalah bentuk baktinya meneruskan usaha milik orang tua.

“ Biasanya kalau bahan baku sulit atau mahal kita cari sedapatnya dan prioritaskan dulu yang menjadi langganan toko-toko utama yang cepat penjualannya. Sedangkan yang lain kalau ada stok kita kurangi jumlah kirimnya yang penting produk kita tersedia dan pelanggan tidak kesulitan mencari.”

Produk CSH rengganis dikemas dalam kemasan alumunium foil dan pot plastik yang di khususkan dijual untuk toko oleh-oleh. Menurutnya kemasan alumunium foil dikhususkan untuk pengirirman luar kota karena lebih rapat dan tahan lama baunya terutama jahe. CSH Rengganis juga dijual dalam kemasan plastik seal biasa untuk dijual di toko kelontong sehingga Khrisna berharap semua kalangan bisa menikmati produknya. Harga untuk kemasan foil merah 250 gram adalah Rp 20000 dan kemasan 100 gram dihargai 8 ribu rupiah.

“ Saat ini saya berharap perijinan PIRT produk saya diberi kemudahan dan bisa dapat sertifikasi BPOM gratis mengingat baru tujuh dari 10 produk minuman rempah CSH Rengganis yang sudah mendapat ijin BPOM,” harapnya. (dy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*