Menyulap Sampah Menjadi Bisnis yang Menjanjikan

Foto : Produk tempat tisu Cantuka Kreatif

Loveusaha Berawal dari susahnya mendapatkan dana operasional dalam pengelolaan lingkungan, Cantuka kreatif kini tumbuh menjadi salah satu bisnis kriya yang menjanjikan.

Dengan menggunakan bahan ramah lingkungan dan pemasaran dari mulut ke mulut, Cantuka telah mampu membina sejumlah usaha kecil mikro yang berkembang pesat hingga memiliki jaringan pemasaran sampai Jakarta dan luar pulau Jawa.

Menurut Yunita Lestari Ningsih sebagai pemilik usaha ini salah satu keberhasilannya adalah membina beberapa anggota yang kini lebih sukses. ” Saya mempunyai beberapa binaan di desa atau kampung, dari beberapa binaan, ada salah satu yang sukses menjadi UKM yang bernama Kepuh Kreatifa dan produknya telah berkembang hingga luar pulau.”  jelasnya

Ditambahkannya binaannya tersebut bahkan telah mampu mendirikan kursus online dan memiliki 80 orang murid. “Walaupun binaan saya jauh lebih sukses dari saya, namun saya tetap bahagia, karena rezeki itu Allah yang mengatur dan saya percaya nasib saya sudah ditentukan Allah. Mungkin kesuksesan saya adalah membantu binaan untuk sukses,” ungkap Yunita

Dalam proses pembuatan produknya Cantuka Kreatif memperoleh bahan baku dari bank sampah dan mengajak ibu-ibu di sekitar komplek rumahnya untuk membantu dengan upah borongan.

Menurutnya tidak mudah mengarahkan orang dengan berbagi latar belakang berbeda, seringkali menemukan perbedaan persepsi. “Awalnya saya pusing juga ketika saya meminta sesuatu hal namun dikerjakan dengan ekspektasi yang berbeda, tapi Alhamdulillah juga karena kesalahan-kesalahan itu malah tercipta inovasi produk-produk baru.”

Sejak berdiri tahun 2011 silam Cantuka telah mengalami beberapa kali jatuh bangun salah satunya ketika di awal usaha mereka memproduksi produk kotak hantaran berbahan dasar popok bayi.

Padahal ketika itu pasarnya telah merambah ke beberapa pasar tradisional dan mampu memproduksi 260 box dalam seminggu dengan harga lebih murah dibanding berbahan kain satin.

Namun kebanjiran order itu tidak berlangsung lama, karena ada tetangga yang memberi tahu pada retail bahwa box tersebut berbahan popok bayi bekas sehingga banyak yang membatalkan pesanan dan Cantuka harus menanggung sejumlah kerugian.

Kini ditengah maraknya persaingan usaha kriya, Cantuka berharap mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat  khususnya dalam memberikan solusi penanggulangan limbah popok bayi bekas.

“ Jika ditanya prestasi mungkin kami belum apa-apa ya, cuma kami berharap industri ini mampu bermanfaat bagi orang banyak khususnya harapan saya kegiatan daur ulang yang selama ini hanya dikatakan pekerjaan sampingan daripada nganggur, menjadi usaha yang berprospek tinggi,” cerita Yuni.

Selain memasarkan usahanya secara tradisional dari mulut ke mulut Cantuka Kreatif juga memasarkan produksinya melalui media sosial dengan akun Akun/Link Facebook dan instagram Cantuka_Kreatif17.

Tertarik untuk menjalin bisnis dan kemitraan bersama Cantuka? Anda bisa mengunjungi  Craft Centre Cantuka kreatif home and workshop Jalan Ikan Tombro no.56 RT 04 RW 04 Tunjung Sekar, Lowokwaru kota Malang. (dna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*