Omah Snack yang Kreatif dan Kaya Rasa

omah snack
Foto ; Varian produk Omah Snack

Loveusaha – PHK memang sering membuat orang stress, tapi hal itu tak berlaku bagi wanita yang bernama lengkap Ida Risqiyati. Ia justru sangat antusias untuk membuka bisnis sendiri di rumahnya.

Namun ia sendiri masih bingung hendak membuka usaha apa. Berbekal dari kebiasaan pekerjaan yang mengharuskan ia untuk memotivasi dan mendampingi para wanita untuk membuka usaha sendiri.

Akhirnya ia menyempatkan waktu untuk berkeliling kampung dan berbicara dengan salah seorang pemilik warung dikampungnya. Dari hasil survey tersebut Ida mendapatkan informasi bahwa mayoritas customernya adalah para mahasiswa.

Memang lingkungan tempat Ida tinggal ini termasuk lingkungan kampus besar, sehingga banyak mahasiswa yang kost disekitar rumah Ida.

Kala itu Ida mencoba untuk pergi ke pasar besar Malang, dan melihat aneka macam camilan atau makanan ringan yang laris manis. Dan akhirnya pilihannya jatuh pada usaha camilan atau makanan ringan.

Awalnya Ida hanya membeli 2 kantong krupuk ikan dan balado dan selanjutnya ia kemas dalam kantong kecil dan ia jual seharga 2000an. Produknya tersebut titipkan di warung dekat rumahnya.

Tak perlu menunggu waktu lama, dalam waktu sekejab saja, dagangan Ida itu langsung ludes terjual. Dari situ Ida semakin semangat untuk berjualan snack ini.

Akhirnya Ia pergi ke pusat penjualan snack dan membeli beberapa snack seperti kacang koro balado, kacang koro tepung, kacang koro oven, kacang koro udang, kripik talas, kripik singkong, dan juga kripik usus.

Nah untuk kali ini Ida memberikan sentuhan yang berbeda dari produk kali ini. ia mengemasnya dengan plastic ukuran yang lebih besar yakni 200 Gram hingga 500 Gram serta memberikan stiker nama produk serta perusahaannya yang bernama Omah Snack Prima Jaya.

Ida mencoba memasarkannya di swalayan besar seperti Sardo, Rubelan, dan Kosabra, namun mereka mangharuskan Ida memiliki ijin P-IRT.

Karena banyak hal yang harus dipenuhi maka Ida belum memiliki ijin PIRT Repacking karena memang usaha Ida ini tidak produksi sendiri, namun mengemas kembali atau repacking.

Namun Ida tak menyerah, ia tetap berjualan dan mengemas produknya dengan kemasan kecil seharga Rp. 2000 an. Dan saat ini ia sudah memiliki 1 orang karyawan yang membantunya untuk menyetok produk Omah Snack Prima Jaya di toko, bengkel, kantin, warung kopi, dan beberapa warung makan.

Harapan Ida di masa datang adalah Omah Snack Prima Jaya mampu memproduksi snack sendiri dan usaha Omah Snack Prima Jaya ini bisa lebih berkembang dan tetap mampu menjamin kualitas serta kuantitas produk. (ary)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*