Perempuan Terdampak Lapindo yang Sukses Berbisnis Konveksi

konveksi

Loveusaha – Usaha Konveksi merupakan salah satu jenis usaha yang tidak pernah mati sampai kapan pun. Sebab, produk konveksi selalu dibutuhkan oleh manusia mulai dari kecil hingga dewasa bahkan orang tua sekali pun. Namun, karena usaha konveksi memiliki peluang tinggi maka sangat wajar jika banyak orang yang memilih jenis usaha ini juga. Hal ini tentu membuat persaingan bisnis semakin kuat.

Salah satu pelaku usaha jahit konveksi di kota Malang adalah Rodiyah Collection, yang merupakan penjahit pakaian dan konveksi khususnya untuk pakaian sekolah siswa MTS dan sekolah dasar. Berawal dari hobi jahit dan kebiasaan sejak di sekolah dasar membantu ibunya yang kebetulan juga penjahit Rodiyah, perempuan asal Porong Sidoarjo ini sukses berbisnis jahit dan konveksi.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/caffein-coffe-cafe-kolaborasi-ciamik-kopi-dan-katering/

“ Waktu kecil saya suka diminta ibu mengambil jahitan konveksian di gang Sawo, dan saya belajar menjahit yang lurus-lurus saja kaya baju anak. Akhirnya sampai menikah saya membuka usaha menjahit dan membeli mesin jahit untuk usaha konveksi seragam sekolah,” kenangnya. Rodiyah merupakan salah satu korban terdampak lumpur Lapindo Sidoarjo yang mendapat ganti rugi dari Pemerintah sebesar tiga kali harga rumahnya dan pindah ke kota Malang. “ Waktu itu tahun 2010 saya dapat ganti rugi 200 juta, yang 150 juta saya belikan rumah dan sisanya saya pake modah usaha menjahit ini,” terangnya.

Usahanya semakin berbuah ketika salah seorang tetangga barunya yang mengontrak di Malang yang berasal dari kota Blitar mencari pekerjaan menjahit dan memintanya untuk membuka konveksi dan pasangan suami istri ini yang mengerjakan proses jahitnya, sehingga usaha Rodiyah semakin maju dan berkembang dengan dukungan kedua penjahit yang juga tentangganya ini.

Dalam mengerjakan jahitannya pesanan datang dari berbagai kalangan utamanya instansi sekolahan dari sekolah dasar, SMP Dan SMA. “ Yang sudah pernah order ke saya saya ingat ada SD 1, SD 2 dan SD 4 Polehan Malang, SD Madyopuro 6, SD Genengan Pakis, SD Pandaan dan TPQ al Hidayah Polehan.”

Untuk memenuhi permintaan yang semakin besar Rodiyah kini telah memiliki tujuh orang pegawai menjahit yaitu enam wanita dan 1 orang pria yang diambilnya dari tetangga terdekat yang mau dan bisa menjahit. Karyawannya bisa membawa jahitannya ke rumah masing-masing sehingga lebih fleksibel dan jika tidak memiliki mesin mereka bisa menjahit di toko. Selain memenuhi pesanan Rodiyah juga memproduksi seragan SD dan TPQ, sementara untuk SMP dan SMA sesuai permintaan.

Jika Anda tertarik degan produk-produk Rodiyah Collection, Anda bisa mengunjungi tokonya di Jalan Kresno 12 RT 6 RW 1 Polehan Malang. Selain baju sekolah Rodiyah juga menyediakan aneka jilbab dan baju fashion terutama jika mendekat moment Lebaran atau hari besar. Selain itu ada juga tas, kain batik dan aksesoris. “ Kalau selain baju sekolah biasanya produk yang kami jual titipan dari luar agar melengkapi produk fashion di toko kami.”

Menurutnya berbisnis konveksi tak melulu soal hasil yang menjanjikan karena terkadang dirinya kesulitan mencari bahan sesui keinginan konsumen yang memesan. Namun lebih banyak sukanya karena bisa menyelesaikan pesanan tepat waktu.

Kedepan Rodiyah berharap bisa merambah usahanya tidak hanya di bidang konveksi seragam sekolah namun juga  bisa merambah ke baju fashion muslim, seiring banyaknya baju muslim yang makin diminati masyarakat. (dy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*