Perjuangan “Galuh Surabayan” yang Inspiratif

galuh surabayan
galuh surabayan

Loveusaha Tujuan utama seorang entrepreneur adalah menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain, lain halnya sebagai seorang sociopreneur. Harus lebih dari itu, yakni harus peduli mengutamakan kesejahteraan orang-orang disekitarnya tanpa mengharap keuntungan, kata Heppy Kurnia Putri alumni Universitas Airlangga Surabaya.

Berawal dari kesadaran dirinya untuk merubah mindset warga kampung tempat ia tinggal. Tepatnya, di RW V Kapasari Surabaya, yang notabene bapak-bapak di kampungnya sering judi dan adu merpati pada saat ia masih kecil.

Karena heppy mampu menjadi seorang sociopreneur di lingkungannya, maka kondisi lingkungan pun berubah 90 derajat. Lewat Galuh Surabayan lah, yang dulu namanya batik Ujung Galuh ini dapat merubah kondisi lingkungan kampungnya.

Heppy mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi ibu-ibu warga kampungnya. Bermula dari pelatihan membuat batik ikat hngga ia mencoba untuk mencari peluang dari hasil batiknya.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/nilam-andriyani-dkk-mewujudkan-indonesia-sehat-2025/

Walaupun pertama kali ia belum mendapat respon baik dari teman-temannya. Hingga kemudian Heppy mencoba untuk kedua kalinya, dengan membuat warna dan motif yang berbeda dari sebelumnya, yakni dengan warna yang lebih muda seperti warna pastel, lavender, pink, dan tosca. Dan juga dengan motif khas Surabaya seperti motif kembang jepun.

Kemudian setelah itu, ia mencoba untuk menawarkan batiknya kembali kepada teman-temannya. Dan akhirnya kali ini temannya suka dengan batik yang dibuatnya. Akhirnya Heppy pun memberanikan diri untuk mencoba menjual produk batiknya dengan harga yang terjangkau.

Alhasil, produk-produknya mulai menembus pasaran bahkan ia mulai mengikuti pameran- pameran dan bergabung dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surabaya.

Perjuangannya itulah serta doa yang Heppy panjatkan sehingga produk batiknya mulai terkenal hingga pada saat momen yang paling ia ingat ketika Bu Risma, Walikota Surabaya memesan 300 kain di event
INACRAFT Jakarta.

Ia mengingat betapa besar antusias disana. Galuh Surabayan saat ini memiliki omset mencapai ratusan juta rupiah per tahunnya dari hasil 8-9 juta perbulan dan 15-20 juta per pameran yang ia ikuti, serta sudah memiliki 8 karyawan yang berasal dari kampungnya sendiri. Selain berbisnis Heppy juga memberikan pelatihan untuk teerus berinovasi agar bisa berkembang. (nn)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*