Pesantrenpreneur di Ponpes Al Qoyyim Malang

Loveusaha – Tim Loveusaha berkesempatan untuk berkunjung ke Pondok Pesantren Al Qoyyim yang beralamat di Dusun Kajang Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Pondok pesantren ini terbagi menjadi pondok putra dan pondok putri. Kedatangan tim disambut dengan bacaan kitab suci Al Quran oleh para santri membuat suasana malam itu semakin religius.

Lokasi pondok yang jauh dari perkotaan membuat tim ingin berinteraksi langsung dengan para santri yang ternyata berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. Mereka datang untuk menimba ilmu agama dan berbagai pengetahuan lainnya supaya bermanfaat di masyarakat.

Disambut langsung oleh pengasuh pondok pesantren ustad Mohammad Ali Shobirin.

Beliau menerangkan tentang potensi pondok yang ternyata sudah mempunyai usaha sendiri secara mandiri seperti peternakan bebek dan pengolahan telur asin, peternakan lele, peternakan kambing.

                                                                                                                                                                                          Santri tak hanya mendapatkan pendidikan agama, tetapi juga pelatihan wirausaha. gerakan wirausaha yang bertujuan menggerakan perekonomian bangsa lewat kegiatan pemberdayaan masyarakat.

 

Biasanya di masyarakat kita seorang santri begitu mereka lulus maka mereka menjadi guru atau ustadz yang mengandalkan penghasilan mereka dengan mengajar atau amplop ceramah dari masjid ke masjid, dari kantor ke kantor lainnya.

Untuk itulah tim Loveusaha menggagas program pesantren-preneur untuk membekali para santri dengan kemampuan entrepreneurship.

Harapan tim Loveusaha kedepan khususnya di pondok pesantren Al Qoyyim Kasembon, program ini dapat melengkapi para calon dai dengan ketrampilan berwirausaha.

Agar mandiri pada saat terjun ke tengah masyarakat dan memberdayakan potensi masyarakat pesantren serta mengentaskan kemiskinan dengan cara mendidik santri menjadi seorang pengusaha. (yd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*