Prof.Haryono Suyono, Desa Berdaya Malang

Prof.Haryono Suyono, Desa Berdaya Malang
Prof.Haryono Suyono, Desa Berdaya Malang

Loveusaha – Prof.DR.Haryono Suyono,M.A.,Ph.D beliau pernah menjabat sebagai Menko Kesra Kabinet Reformasi Pembangunan, Menteri Negara Kependudukan merangkap Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) yang terkenal dengan program Keluarga Berencana di era Presiden Soeharto, berturut – turut mendapatkan penghargaan Management Awards dari Lembaga Manajemen di Filipina, Jepang dan Hongkong. Bahkan majalah Time pernah menempatkan sebagai satu dari lima puluh tokoh dunia dalam kependudukan, atas prestasi itu pula masyarakat Indonesia lebih mengenal beliau sebagai Bapak Keluarga Berencana Nasional.

Sekarang dipercaya sebagai Ketua Tim Penasehat Menteri Desa PDTT, beliau berkesempatan hadir di acara Saresehan Rakyat yang diadakan di Candi Kidal, desa Rejokidal, kecamatan Tumpang, kota Malang, Jawa Timur. Dengan mengangkat tema Desa Berdaya ( Peran Masyarakat Termarginal Dalam Pemberdayaan Dan Pengentas Kemiskinan Dengan Program BUMdes ) menjadikan acara ini lebih semarak karena dihadiri pula oleh Bupati Malang Bpk. Drs.H.Rendra Kresna,SH,MM dan Ibu Sapto Yuli Isminarti beliau adalah seorang penyandang disabilitas sebagai Ketua Kelompok Usaha Bersama Anggrek.

Acara yang diadakan siang hari terasa santai karena juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dari kelompok usaha tani dan kelompok UKM yang ada di desa Kidal, serta pameran produk UKM binaan yang dihasilkan oleh kelompok usaha tersebut seperti makanan keripik, kerajinan mukena, cinderamata, kain bordir dll.

Dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa Kidal kemudian Bupati Malang dan pengantar kata dari ibu Yuli tentang kondisi anak-anak cacat yang berkeinginan untuk maju dengan ketrampilan menjahit yang dimiliki mampu menerima pesanan kaos dari pabrik di Surabaya dalam jumlah yang banyak, tetapi banyaknya orderan tidak diimbangi dengan kesiapan peralatan kerja seperti mesin jahit sehingga menjadi kendala tersendiri untuk memenuhi pesanan.

Bersifat dialog praktis dua arah antara narasumber dan peserta acara menjadikan acara ini bersifat dinamis, Prof. Haryono Suyono memberikan nasehat supaya tidak lagi membuat program-program yang kurang tepat, tetapi apa yang sudah ada dan menjadi potensi desa itu yang harus ditelateni untuk dikembangkan, sehingga kearifan dan kekayaan yang menjadi ciri khas desa tersebut dapat optimal menuju suatu desa berdaya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*