Shadow Teacher yang Masih Dipandang Sebelah Mata

shadow teacher

Loveusaha Anak-Anak berkebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama dengan teman sebayanya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Namun kenyataannya terkadang masih banyak yang tidak bisa menerima keadaan mereka.

Jika dulu anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan hanya di Sekolah Luar Biasa (SLB), saat ini banyak sekolah yang menerima siswa dengan kebutuhan khusus dapat belajar dalam satu ruang kelas yang sama dengan teman sebayanya atau lebih dikenal dengan kelas inklusi.

Tak banyak orang yang mengetahui mengenai seorang guru khusus yang dengan sangat sabar dan penuh kasih sayang mendampingi anak-anak berkebutuan khusus selama mereka berada di dalam kelas, mereka biasa disebut shadow teacher

Shadow teacher mempunyai peran meningkatkan kemandirian anak berkebutuhan khusus baik dari segi akademik maupun lingkungan dan menjembatani antara pihak sekolah dengan orangtua.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/kedai-kopi-tuli-pelopor-kesetaraan-teman-teman-disabilitas/

Khoirun Nisyak atau biasa teman-temannya memanggilnya dengan panggilan Anis merupakan satu dari beberapa orang yang berprofesi sebagai shadow teacher. Wanita berusia 42 tahun ini menjelaskan alasan awal mula adanya guru pendamping yang kini sudah membentuk sebuah komunitas.

“Adanya shadow teacher ini tujuannya agar dapat membantu dan memudahkan orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Ketika putra atau putrinya berada di sekolah mendapatkan pendamping saat kegiatan belajar mengajar di kelas dan saat di luar kelas sesuai dengan keperluan  anaknya karena setiap anak kebuthannya tidak sama.  Selain itu mambantunya agar bisa lebih mandiri” jelas Anis.

Kepedulian Anis dapat menarik beberapa teman-temannya yang memiliki pemahaman yang sama hingga akhirnya terbentuklah komunitas shadow Teacher pada tahun 2015.

Mereka yang tergabung dalam komunitas sering kali  menceritakan masalah yang dihadapinya dalam menangani anak-anak  berkebutuhan khusus sehingga mendapatkan solusi.

Anis juga menceritakan suka dan dukanya dalam menjalankan perannya sebagai seorang shadow teacher.

“Kalau ditanya sukanya ketika anak-anak berkebutuhan khusus yang kita dampingi ada perkembangannya. Jadikan kita berhasil sebagai shadow teacher untuk anak itu. Orangtua dan guru di sekolah juga ikut senang ketika mengetahui dia lebih mandiri dari sebelumnya. Dukanya itu apa ya.. saat ada beberapa pihak yang terkait sulit diajak bekerjasama dan masih banyak orang yang menilai shadow itu sebalah mata bukan pendidik tapi melainkan sebagai pengasuh.” kata Anis.

Wanita kelahiran Kota Malang ini juga berharap untuk kedepannya agar shadow teacher tetap diberikan
kepercayaan untuk mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus saat berada di sekolah. Serta dapat merubah pemikiran banyak orang mengenai shadow teacher agar tidak dipandang rendah lagi.  (ntw)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*