Sidik, Pengusaha Kerupuk Gurame Tanpa Kaki

Kerupuk Gurame
Foto : Sidik membawa barang dagangannya

LoveusahaKerupuk bisa go international merupakan impian Sidik seorang pria kelahiran 1965 tanpa kedua kaki dari pangkal paha. Meskipun seumur hidupnya tidak akan memiliki kedua kaki tetapi ia sanggup menyusuri jalan hidupnya tanpa lelah.

Kisah singkat pebisnis kerupuk Cap Gurame ini tidak langsung sukses begitu saja. Pada 1992 Sidik menikahi Siti Rahma wanita penyandang disabilitas dan memiliki 3 putri.

Statusnya menjadi kepala rumah tangga membuatnya semakin semangat untuk mencari nafkah. Sayangnya, anak keduanya telah dipanggil sang Ilahi akibat dari kecelakaan.

Sidik memanfaatkan ijazah D3 dengan bekerja di perusahaan kontraktor sebagai admin. Namun, krisis moneter mengharuskannya terkena PHK.

Sidik mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Pemda DKI dan mencoba membuka peluang usaha dengan membuat kerupuk berbahan dasar singkong dari modal yang diperoleh.

Berawal dari 10kg singkong kini Sidik membutuhkan sedikitnya 100kg singkong setiap bulannya. Nama Cap Gurame sebenarnya bukan ikan, tetapi singkatan dari Gurih, Renyah dan Enak.

Prosesnya kerupuk ini berbeda dengan yang lainnya. Kerupuk ini diolah dengan cara singkong harus dikupas dan diparut kemudian diberikan bumbu serta tepung.

Setelah adonan tersebut sudah tercampur rata kemudian dibentuk kembali seperti batang singkong dan dijemur. Setelah menggumpal, adonan tersebut diiris tipis kemudian dijemur beberapa hari dan kerupuk siap digoreng.

Sidik memasarkan dagangannya menggunakan motor modifikasi yang merupakan pemberian dermawan. Medan yang dilewatinya berat, namun Sidik tidak mengeluh.

Pendapatan perbulan tidak banyak, yang penting cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Moto hidupnya adalah DUIT (Doa, Usaha, Ikhtiar dan Tuli). Kata tuli digunakan agar mengabaikan omongan orang yang merendahkannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*