Tarjono Slamet Founder CV Mandiri Craft

Tarjono Slamet
Foto : Tarjono Slamet dan produk mainan edukasi

Loveusaha“Hidup tak selalu mudah, yang penting kita selalu bergerak dan berusaha” ungkap Tarjono Slamet. Tidak mudah menjalani transisi hidup dari normal menjadi disabilitas. Kejadian bermula dari meledaknya trafo ditangannya ketika bekerja di PLN membuatnya kehilangan kaki kiri dan rusaknya jari-jari tangan.

Kecelakaan kerja itu membuatnya berhenti bekerja meskipun baru satu tahun. Butuh waktu untuknya kembali bangkit lalu bergabung bersama Yakkum Yogyakarta.

Tarjono mendapat banyak sekali kesempatan tentang pembelajaran hidup maupun pelatihan. Tarjono sempat didelegasikan mengikuti pelatihan kerja dan pemasaran di beberapa negara besar.

Ilmunya berguna untuk membuka CV Mandiri Craft dengan modal uang tabungan serta warisan orang tua. Para penyandang disabilitas lain pun diberdayakan.

Produksi Mandiri Craft adalah mainan edukasi dari pohon mahoni. Bisnis ini berjalan lancar selama beberapa tahun hingga sudah masuk ke berbagai pasar di Indonesia. Na’as gulung tikar terjadi ketika gempa pada tahun 2006 dan harus memulangkan beberapa karyawan disabilitasnya.

Semua barang harus hancur karena guncangan gempa. Membutuhkan waktu hitungan bulan untuk bangkit. Tarjono mendapat bantuan dari Palang Merah berbagai negara berupa dana, bangunan dan pelatihan.

Tarjono kembali merangkul beberapa korban yang menjadi disabilitas untuk menguatkan mental mereka kembali. Usaha Tarjono ini tidak sia-sia.

Seluruh karyawanya merasa bangkit kembali. Kini produksi dari CV Mandiri Craft dipasarkan di dalam dan luar negeri. Secara rutin setiap 3 bulan sekali produksi ini mengirimkan satu kontainer ke Jepang, Belanda, Australia dan Jerman.

Pendapatan yang dihasilkan minimal 50 juta per bulannya. Nominal ini mengalahkan pendapatan provinsi. Selain menjadi seorang pengusaha kini Tarjono juga sebagai motivator.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*