Usai Menerima Raport Siswa dan Siswi

raport
Foto : Ilustrasi siswa sekolah

Loveusaha – Akhir bulan Desember adalah penerimaan raport buat para putra-putri  kita. Saya ikut bahagia di hari yang penuh ceria ini , dan ijinkan saya berbagi tips buat bapak ibu semua.tips berikut barangkali memiliki sudut pandang yang mungkin berbeda.

Namun jika perspektifnya sama, alhamdulillah. Yang utama semoga  bermanfaat untuk kita semua. Raport adalah Progress Report Pembelajaran laporan perkembangan ananda selama satu semester dalam menempuh  seperangkat materi pelajaran dan BUKAN hasil akhir

Oleh karenanya saat menerima raport  lakukan hal2  berikut.Tutup raport terlebih dulu. Tanyakan kepada ananda Pelajaran apa yg ia sukai dan siapakah guru yg ia sukai. Ini akan berpengaruh terhadap nilai di dalam raport. Belajar adalah hasil kerja mental emosional (EQ) yg kemudian mengarahkan kemampuan kognitif nya (IQ) untuk meresponnya untuk memperoleh nilai2 belajar. Buka raport, fokus kepada nilai TERTINGGI yg ada di raport.

Coba cek adakah signifikansi dg pelajaran yg diminati anak dan guru nya yg dia sukai. Sekali lagi FOKUS lah kepada NILAI TERTINGGI karena disitulah  KELEBIHAN ananda. Itulah anugerah terindah yg diberikan. Terima dan syukuri, berikan senyuman dan ucapan dengan kalimat yg berisi pujian, apresiasi dan penghargaan dg tulus kpd ananda atas prestasinya.

Perhatikan nilai – nilai yg tertinggi dan nilai – nilai pelajaran yg rendah. Perhatikan pembagian secara sederhana untuk memudahkan memetakan Oka (otak kanan) dan Oki (otak kiri) kelompok pelajaran otak kiri (matematika, IPA/sains, fisika, kimia, biologi, teknik dll). Otak Kanan ( bahasa, seni,IPS,Jika Ananda dominannya di Oki maka arahkan nantinya ke jurusan sesuai bidang Otak kiri. Demikian sebaliknya.

Raport Ini juga bermanfaat deteksi kecerdasan sekaligus  penjurusan. Jangan sekali kali memaksakan  anak yg dominan di pelajaran otak kanan, misalnya,  untuk kuliah / sekolah menengah di jurusan golongan otak kiri semisal  Matematika, IPA , kedokteran, teknik dll. Selain kasihan kepada anak, karena menjadi beban, juga kecerdasan anak memang bukan disitu. Akhirnya hasil / prestasi menjadi kurang  maksimal.

Tanyakan kepada ananda, nilai pelajaran apa yg rendah, mengapa bisa terjadi  dan bagaimana solusinya untuk selanjutnya. Ini sekaligus berguna bagi penguatan fondasi jiwa dan mental anak. Melatih anak agar  ia menerima diri apa adanya. Memaafkan diri dan ikhlas atas kekurangan kita sbg hamba Alloh yg lemah, kurang, sehingga memotivasi diri untuk memperbaiki.

Kecerdasan spiritual (SQ) dan keimanan yg kokoh dibangun dg melihat diri bahwa manusia memiliki sekian banyak KELEBIHAN sekaligus KELEMAHANNYA. Maka latihlah ananda untuk belajar menerima diri  apa adanya. Jangan sekali kali MEMBANDING BANDINGKAN dengan anak lain. Karena anak anda adalah unik, berbeda dan HANYA SATU DI DUNIA tidak ada duanya. Alloh sdh memberi Fitroh terbaik.

Bakat, minat, kecerdasan, modalitas belajar dan potensi yg khas yg berbeda dg anak lain. Jadi jangan dibandingkan, karena putra putri anda tidak ada bandingannya.

Terakhir, maknai nilai raport anak anda hanya sebagai salah satu indikator untuk tahu mana titik lemahnya, mana titik unggul. Semoga dengan raportan yg bapak ibu terima, semakin memotivasi untuk tumbuh kembangnya potensi dan kecerdasan serta bakat minat ananda. (***)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*