Vilopi Handycraft Ingin Menjangkau Pasar Nasional

vilopi handycraft

Loveusaha – Dewasa ini industri kreatif berkembang tidak hanya di pasar nasional, namun juga sudah menyentuh internasional. Bisnis kerajinan tangan atau handicraft ini tidak akan pernah ada matinya dan bahannya pun melimpah bisa dijumpai hampir di seluruh penjuru tanah air.

Jadi meskipun produk kerajinan handycraft bukan menjadi barang kebutuhan pokok masyarakat, namun pertumbuhan bisnis kerajinan tangan ini tidak pernah surut bahkan terus menanjak naik.

Di kota Ngawi Jawa Timur ada Vilopi Handycraft yang menyediakan tas dan aksesoris etnik nan menawan. Adalah Nuning Evi Nurviana (28 tahun) perintis bisnis ini sejak awal tahun 2018.

”Awal mula kenapa memilih usaha  ini karena saya sendiri hoby craft sejak masih bekerja di salah satu perusahaan di Bekasi. Sambil bekerja saya membuat dan menjual hasil kerajinan tangan saya sendiri seperti bros, kalung dan aksesoris lainnya. Sejak berhenti bekerja kemudian menikah dan punya satu orang  anak, hoby tersebut mulai muncul kembali,” jelasnya.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/kuliner-nikmat-ramah-kantong-ala-melemu-factory/

Vilopi melayani pesanan lebih banyak membuat tas dan aksesoris dimana untuk tas biasanya lebih banyak membuat custom sesuai permintaan pembeli seperti  pouch, dompet, clutch,  sling bag, ransel, tote bag, waist bag dan masih banyak lagi.

Sedangkan untuk aksesoris yaitu berupa bros, kalung, gelang, gantungan kunci dan hiasan rambut lainnya. Keunggulan produk buatan Vilopi menurut Nuning adalah dibuat berdasarkan pesanan dan modelnya custom sehingga fokus kepada request dan kepuasan pembeli.

Meski banyak menerima pesanan dari pelanggannya hingga kini Nuning masih mengerjakannya sendiri tanpa karyawan yang membantu.

“Saya belum mempunyai karyawan, semua saya kerjakan sendiri mulai dari belanja bahan, produksi maupun pemasaran akan tetapi jika kewalahan saya meminta bantuan suami dan keluarga saya dan tidak menutup kemungkinan saya merekrut karyawan demi kemajuan usaha saya,” katanya.

Konsumen yang dilayani Vilopi berasal dari berbagai kalangan dan usia mulai dari anak-anak, dewasa bahkan lansia dengan jangkauan wilayah pemasaran hingga luar kota selain kota Ngawi seperti untuk dikirim keluar kota seperti Surabaya, Jakarta, Bekasi, hingga paling jauh Makassar. 

Untuk pemasaran Vilopi menggunakan sistem pemasaran offline dan online, untuk offline Nuning menjalin kerjasama konsinyasi dengan beberapa toko seperti Pusat oleh-oleh diantaranya Galeri Serena Dinas Koperasi Ngawi, di tempat wisata air terjun Srambang Park Ngawi, dan pusat oleh – oleh CTH Surabaya.

Sedangkan pemasaran online di sosial media seperti story WA, Instagram (@zona_vilopi), dan Facebook. Nuning pun juga menggunakan marketplace Shopee untuk mendukung pemasarannya. Meski tergolong baru kini omset  Vilopi sudah sampai dia angka tiga juta per bulan.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/lifestyle/launching-soboponik-untuk-mendukung-ketahanan-pangan/

“Alhamdulillah saya tergabung dengan UKM Ngawi dan asosiasi seperti AHN (Asosiasi Handycraft Ngawi) yang dinaungi oleh Dinas Koperasi Ngawi jadi untuk pelatihan dan seminar saya sering diikut sertakan. Kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk kemajuan usaha saya,” jelas Nuning.

Selama berbinis handycraft Nuning mengalami banyak suka duka seperti banyaknya pesanan tentunya menambah penghasilan dan menambah ilmu bisnis dan juga keahlian membuat handycraft disamping dukanya ketika banyak pesanan akan tetapi tenaga  kurang,  sehingga pesanan pun harus sering mundur dari jadwal dan banyak menerima komplain.

“Salah satu kesulitan usaha handicraft adalah ektika kehbaisna bahan baku dan sulit didapatkan di dalam kota sehingga lebih sering membeli online yang memerlukan biaya tambahan. Semoga kedepan usaha saya ini bisa lebih berkembang baik kualitas produk, banyaknya pesanan, bisa merekrut tenaga kerja, dan juga lebih dikenal hingga  seluruh Indonesia. Aamiin,” tutupnya. (dy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*