Awalnya Jualan ke Tetangga Dekat Bandeng Presto 123 Bertahan 18 Tahun

Loveusaha Siapa yang tidak kenal ikan bandeng rasanya yang gurih dan enak menjadikannya kegemaran semua kalangan untuk menemani santap makan.

Ikan bandeng menjadi komoditas unggulan berbagai provinsi di Indonesia. Bahkan, hasil olahan ikan bandeng menjadi produk kuliner khas sejumlah provinsi, terutama di Jawa.

Ikan Bandeng dapat ditemui paling banyak di Pulau Jawa, antara lain di Jawa Timur dengan potensi 108.385 ton per tahun, Jawa Barat 74.680, dan Jawa Tengah 64.038.

Potensi inilah yang ditangkap Roihana salah satu pelaku usaha otak otak dan bandeng presto yang beralamat di Alkmar 13/09 Martopuro – Purwosari Pasuruan.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/jendela-usaha/usaha-legendaris-otak-otak-bandeng-bu-muzanah/

Usaha yang ditekuni sejak tahu 2001 ini bermula ketika suaminya yang berprofesi sebagai pegawai perikanan di Sidoarjo dimutasi ke Pasuruan kemudian dia dan suaminya mulai mencoba membuat olahan bandeng presto dan otak-otak bandeng yang ternyata banyak disukai orang.

“ Awalnya kami jual ke tetangga dekat dan karena responnya bagus saya mulai berjualan ke pasar Purwosari setiap hari mulai Senin sampai Sabtu yang begitu terus hingga tiga tahun terakhir saya hanya berjualan di hari Minggu saja,” katanya.

Pesanan tidak hanya datang dari tetangga dan teman dekat namun kerap menjadi oleh-oleh kerabat yang berada di luar Pasuruan seperti Jakarta dan Ponorogo.

Ibu dari dua putra dan putri ini juga tergabung dalam Asosiasi Pelaku usaha dan Pelaku utama Perikanan (AP3) Kabupaten Pasuruan untuk memperluas pengetahuan dan jaringan usahanya melalui pelatihan yang kerap dilaksanakan.

Dalam memenuhi kebutuhan bandengnya Roihana biasanya langsung membeli ikan bandengnya di tambak yang banyak dijumpai di Pasuruan karena wilayahnya yang berada di pesisir pantai.

“ Kalau beli di tambak langsung saya bisa menghemat biaya karena jika misalkan harga bandeng per kilo Rp 25 ribu di pasar tradisional saya bisa mendapat harga lebih murah hingga Rp 15ribu di petani tambak.”

Untuk menyimpan bandengnya agar selalu segar Roihana juga menyediakan freezer meja khusus ikan untuk menyetok ikan bandeng di rumahnya yang kapasitasnya muat hingga 50 kg bandeng.

Menurutnya banyak respon positif pasar terhadap ikan bandeng dan otak otak buatannya. Banyak dari mereka beranggapan produk bandeng presto 123 berbeda dengan olahan presto lainnya karena lebih lezat dan bumbunya juga lebih terasa.

“ Sebenarnya saya menggunakan bumbu sederhana untuk membuat bandeng presto ya pakai bawang putih, kunyit, garam, gula dan penyedap lainnya. Sedangkan untuk otak otak mungkin bumbunya lebih komplit.”

Bandeng 123 dijual cukup terjangkau dengan harga 10 ribu rupiah per ekor sementara untuk otak-otak dibanderol harga 20 ribu per ekor, mengingat cita rasa otak-otak bandeng lebih gurih dan nikmat.

Dibandingkan dengan olahan ikan bandeng lainnya dan pembuatan otak- otak bandeng dilakukan lebih sulit dan panjang dengan cara pemanggangan, dimana dalam pemanggangannya pun tidak boleh terlalu matang ataupun masih terlalu mentah.

Karena diolah tanpa pengawet bandeng presto 123 dianjurkan untuk segera dikonsumsi maksimal tiga hari untuk menjaga kualitas dan kesegaran ikan dan rasanya.

Wanita yang juga menyukai kucing ini berharap usahanya bisa semakin maju dan berkembang setelah berhasil bertahan di bisnis ini lebih dari 18 tahun.

“Semoga ke depan usaha ini bisa semakin maju dan berkembang dan keinginan saya bisa punya tempat yang khusus dan mudah-mudahan bisnis bandeng presto 123 bisa berkelanjutan terus sampai anak, cucu, bahkan cicit.” (da)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*