Berawal Dari Berjualan Nasi Uduk Menjadi Bisnis Abon

abon mami

abon mami

Loveusaha Kalian semua pasti kenal makanan abon. Makanan yang satu ini dikenal sebagai makanan kering yang bisa tahan lama dan lezat untuk lauk teman nasi atau taburan aneka mie dan lainnya.

Apalagi jika abon ini disantap dengan nasi hangat sungguh akan menambah selera makan anda. Biasanya abon dibuat dari bahan daging ikan, daging sapi maupun daging ayam dengan aneka rasa seperti pedas, manis, keju dan banyak lagi.

Abon juga sering dijadikan sebagai makanan pelengkap dan termasuk salah satu makanan menyehatkan dan mengandung gizi maupun nutrisi tinggi untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Salah satu jenis abon yang banyak disukai masyarakat adalah abon sapi dan abon ayam.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/jendela-usaha/rasa-dan-kualitas-menjadi-prioritas-utama-abel-bakery/

Selain bahannya yang mudah didapat, kedua jenis abon ini memiliki cita rasa yang enak, nikmat dengan bumbu yang lebih khas sehingga sesuai untuk dinikmati kapan pun sesuai keinginan.

Penggemar olahan abon memang sangat besar di masyarakat  hingga membuat potensi bisnis abon banyak dilirik pelaku usaha. Peruntungan dalam bisnis abon memang cukup menguntungkan dan untungnya  tidak sedikit sehingga sangat menggirukan.

Selain itu bahan baku abon dari daging sapi dan ayam relatif masih mudah didapat. Salah satu pelaku bisnis abon di Jawa Timur adalah Rachel Hendrastyana yang mengusung label “Abon Mami”.

Ide bisnisnya dimulai sejak tahun 2015 ketika Rachel berjualan nasi uduk dengan lauknya abon ayam.

“ Saat itu kebanyakan pelanggan yang membeli nasi uduk malah mau lauknya saja, akhirnya saya kepikiran untuk membuat khusus abon ayam dengn dua varian rasa pedas dan original tergantung selera konsumen yang beragam.” katanya.

Dalam mengerjakan produksi abon ayam, Rachel dibantu oleh suaminya dengan sistem pemasaran online dan offline. Untuk pelanggannya abon Mami, Rachel membuat akun instagram Abon_Mami dan facebook Abon Mami.

Selain itu pemasaran juga dilakukan secara tradisional dari mulut ke mulut melalui sahabat, keluarga dan teman-teman dekat temasuk pelanggannya. Abon Mami juga kerap mengikuti bazar dan pameran UMKM yang diadakan instansi atau dinas terkait, tak hanya itu dirinya juga menggunakan jasa marketplace seperti Tokopedia, Shopee dan Indonesia mall.

Ditanya omzet menurutnya grafiknya masih fluktuatif sehingga bergantung dari permintaan pasar. Untuk mendukung usahanya Rachel juga sering mengikuti pelatihan terutama yang diadakan Dinas Perindustrian.

Bukan tanpa alasan Rachel memulai bisnis Abon Mami  dimana dirinya berharap bisa menjadi wanita mandiri yang tidak bergantung pada orang lain dan bisa membantu perekonomian keluarga. Harapan kedepan bisnisnya bisa makin sukses dan dikenal banyak orang sehingga menmabh manfaat untuk orang lain.

“Saya senang memiliki usaha ini karena mengembangkan bisnis UMKM seperti ini menjadi saya punya banyak pengalaman dan tentunya meningkatkan kreatifitas dalam berbisnis. Saya bisa menciptakan menu menu baru yang disukai pasar jadi meskipun kalau orderan sedang sepi kadang ya kecewa dan capek tapi semua kami syukuri dan nikmati saja.”

Untuk Anda yang berdomisili di kota Malang dan sekitarnya yang ingin mencicipi Abon Mami ala Rachel yang nikmat untuk santap makan bisa mengunjungi rumah produksinya di Jalan Mawar 1 no 100 kota Malang. Atau menghubungi WA usaha di nomer 081235811103. (da)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*