Berburu Makanan Tradisional Nasi Uduk Bang Udin

Loveusaha – Tempat yang menyajikan masakan khas tradisional memang selalu dapat dijadikan andalan untuk “berburu” makanan favorit. Tidak terkecuali tempat makan yang satu ini. Didirikan sejak tahun 1985, Nasi Uduk Betawi Bang Udin.

Berlokasi di perempatan Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat ini tidak dapat disangkal lagi merupakan tempat makan favorit, tidak hanya bagi warga sekitar Jakarta Barat, tetapi juga warga dari daerah lain, bahkan dari luar Jakarta.

Buka pukul lima sore hingga pukul satu malam setiap harinya, tetapi tak jarang sudah “harus” tutup sekitar pukul sepuluh atau sebelas malam karena kehabisan menu, tempat makan ini dapat mengolah sekitar 40 liter beras setiap hari, bahkan pada malam Sabtu dan Minggu dapat menghabiskan 50 liter beras.

Belum lagi jumlah daging sapi-khusus untuk menu empal goreng- dapat mengahbiskan 15 kg daging per hari, bahkan pada akhir pekan bisa mencapai 20 kg daging per hari.

Padahal, tempat makan yang menurut Bang Udin sejak berdiri hingga saat ini tidak banyak mengalami perubahan susasana ini hanya menempati tempat non-permanen berupa tenda di pinggir jalan berukuran sekitar 3×2 meter dan hanya dapat menampung sekitar 15 orang.

Ternyata, kondisi seperti ini tidak mengurangi niat para pengunjung untuk makan di tempat ini. Bahkan beberapa selebritas tercatat pernah makan di tempat makan ini.

Senantiasa menjaga mutu, demikian jawaban yang diberikan Bang Udin ketika menjawab pertanyaan mengenai rahasia rumah makannya. Bang Udin menegaskan, tidak pernah mengurangi takaran santan untuk membuat nasi uduk maupun takaran bumbu untuk membuat berbagai jenis lauk pauk di tempat makannya, meskipun harga jual bumbu sedang naik.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/warung-lodho-nasi-tiwul-pringombo/

Dengan cara ini, Bang Udin berharap pelanggan selalu puas menikmati makanan di tempatnya. Menikmati nasi uduk plus lauk empal dan semur jengkol di tempat ini memang memberikan kesan tersendiri.

Kombinasi rasa gurih nasi uduk plus sambal dengan pedas yang pas, lauk empal dengan tekstur daging yang empuk dan citarasa yang pantas mendapatkan dua jempol.

Semur jengkol yang menurut sebagian pelanggan tidak menimbulakan “efek samping”, ditambah kesegaran lalap timun, renyahnya emping melinjo, dan aroma bawang goreng menjadi pembuktian bahwa tempat makan ini layak dinobatkan salah satu tempat makan favorit di Jakarta.

Selain menu unggulan semur jengkol dan empal daging sapi, Nasi Uduk Betawi Bang Udin juga menyediakan menu lain berupa semur tahu, kentang, dan tempe; sayur kari tahu, kentang, dan tempe; semur daging; rending ati amplea; gorengan babat; bakwan udang; perkedel; dan pepes ikan teri.

Usaha yang awalnya dikelola oleh sang Ayah dan ibu Bang Udin merupakan generasi kedua pengelola tempat makan ini dan mulai turut mengelola sejak tahun 1990-an ini setiap bulannya selalu tutup selama dua hari berturut-turut.

Waktunya tidak pasti, tetapi harinya dapat dipastikan pada hari Minggu dan Senin. Karena itu, Bang Udin selalu memberikan nomor telepon kepada para pelanggan yang berada di lokasi cukup jauh.

Terutama di luar kota Jakarta, agar dapat menghubunginya terlebih dahulu untuk memastikan tempat makan ini tidak sedang tutup atau dapat memesan terlebih dahulu sehingga tidak kehabisan menu. (n5)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*