Bubur Ayam dan Nasi Uduk Hias Rias

nasi uduk

Loveusaha – Cikini, sebuah daerah yang berada di Jakarta Pusat ini memang identik dengan bubur ayam. Di sepanjang jalan raya Cikini, Anda dapat dengan mudah menemukan bubur ayam dengan berbagai jenis bentuk.

Namun, dari sekian banyak warung bubur ayam tersebut, ada satu tempat yang menawarkan cara unik menikmati bubur ayam. Tempat tersebut adalah warung tenda Bubur Ayam dan Nasi Uduk Hias Rias yang berdekatan dengan Stasiun Cikini, tepatnya di lahar parkir Gedung Pasar Hias Rias.

Berbeda dengan penjual bubur ayam lainnya, selain menyediakan meja berkaki panjang, warung Bubur Ayam dan Nasi Uduk Hias Rias ini juga menyediakan meja-meja berkaki pendek untuk para pembeli yang ingin menikmati bubur ayam dengan gaya lesehan.

Warung tenda itu setidaknya mampu menampung sekitar 100 pelanggan. Meja yang berkaki untuk empat orang, sedangkan yang lesehan untuk 4 – 6 orang. Meja berkaki panjang diletakkan tepat di bawah tenda berukuran 6 x 12 meter, sedangkan meja lesehan diletakkan di pelataran Gedung Hias Rias.

Dengan tampilan terbuka seperti itu, suasana makan di warung yang didirikan 18 Desember 1997 oleh ibu Dewi Purma ini sangat mirip dengan suasana makan lesehan ala Yogyakarta.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/cara-gampang-membuat-cireng-bumbu-rujak/

Deru suara mobil mdan motor yang melintas di jalan raya yang berada di depan warung, dan semilir angin yang kadang datang berembus menjadi “penambah nikmat” menu yang sedang disantap.

Kehadiran musisi jalanan datang silih berganti membawakan segala jenis lagu dari pop hingga latin juga dapat menjadi “pelepas dahaga” setelah bersantap.

Sesuai dengan namanya, selain menawarkan menu bubur ayam, warung yang satu ini juga menyediakan menu nasi uduk. Menurut Bapak Imam, menu nasi uduk ini sengaja disediakan untuk membedakan warungnya dengan warung lain yang sama-sama menjual bubur ayam.

“Selain dibuat lesehan, nasi uduk juga menjadi keunikan warung kita dibandingkan dengan warung bubur ayam lain yang ada di sekitar tempat ini, karena warung kita saja yang ngejual bubur ayam plus nasi uduk” terang Bapak Imam.

Sebagai pelengkap nasi uduk, ada beberapa lauk yang bisa dipilih, ayam kampong, cumi, udang, sate, tempe, dan tahu. Bukan itu saja, bagi pembeli yang doyan petai, tempat ini juga menyediakannya dalam bentuk petai mentah dan petai matang.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/resep-tahu-yang-sudah-mendunia/

Sehabis bersantap, kurang afdol rasanya kalau tenggorokan belum digelontor dengan aneka jus yang segar atau minuman botol tanpa soda.

Begitu kondangnya nasi uduk di tempat ini, ada sebagian pelanggan yang membawanya ke Singapura dan Malaysia untuk dijadikan oleh-oleh keluarga yang ada di sana.

Bapak imam sendiri menjamin nasi Uduk Hias Rias tetap terasa hangat dan legit walaupun dibawa dalam perjalanan berjam-jam, asalkan disimpan dalam penghangat nasi.

Suasana yang santai, harga yang terjangkau, dan tentu menu yang sangat nikmat membuat warung ini tak pernah sepi pembeli. Bukan hanya masyarakat umum, pembeli dan pelanggannya juga dari kalangan pejabat, artis, juga para ekspatriat. Menjelang makan malam, seluruh meja yang ada di warung ini sudah dipastikan dipenuhi pembeli. (n5)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*