Filosofi Sejarah Usaha Es Bubur Sumsum

es bubur sumsum

es bubur sumsum

Loveusaha Es Bubur sumsum menjadi salah satu makanan favorit, karena rasanya gurih, teksturnya lembut. Dan ternyata bubur sumsum bukan sekedar makanan biasa, tapi ada filosofi sejarah yang terkandung di dalamnya.

Bubur sumsum atau sering disebut juga jenang sumsum memiliki dua unsur yang berbeda, yaitu warna putih dan rasa manis. Warna putih memiliki makna kebersihan hati dan pikiran, sedangkan rasa manis mencerminkan kesejahteraan, rasa terima kasih, manisnya kehidupan dan kebahagiaan.

Biasanya bubur sumsum disediakan oleh orang yang menyelenggarakan pesta seperti pernikahan atau khitanan, untuk diberikan kepada orang-orang yang telah membantu, sehingga acara bisa berjalan dengan lancar. Istilah orang jawa disebut biodo.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/usaha-becek-menthok-sor-sawo-nama-pemberian-dari-pelanggan/

Di daerah Tuban ada salah satu minuman yang digemari, cocok untuk mengusir dahaga di siang hari, yaitu es bubur sumsum. Bubur sumsum terbuat dari tepung beras, diatasnya diberi gula merah yang dicairkan, lebih dikenal dengan sebutan juruh.

Kuliner ini biasanya disajikan bersama candil, pacar cina atau mutiara, ditambah santan dan serutan es batu. Ada juga bubur sumsum yang berwarna hijau, proses memasaknya dicampur dengan daun pandan.

Ada juga penjual yang menambahkan ketan hitam pada es bubur sumsum. Ketan hitam sangat bermanfaat untuk tubuh, salah satunya mencegah alzheimer dan bermanfaat sebagai anti oksidan.

Bagi anda yang ingin menikmati segarnya kuliner ini , bisa datang ke Jl Pemuda Gresik, harganya murah 8 ribu saja. (san) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*