Pengrajin Lampion Di Malang Menembus Pasar Eropa

Pengrajin Lampion
Pengrajin Lampion Di Malang

Loveusaha- Malang menunjukkan eksistensinya sebagai kota para pengrajin kreatif. Lampion yang diproduksi di Kota Malang berhasil menembus pasar Eropa.

Bahkan menjelang Imlek, lampion-lampion produksi pengrajin di kampung Juanda laris manis diburu konsumen dari berbagai penjuru. Kampung Juanda atau yang juga dijuluki kampung lampion telah lama menjadi sentra pembuatan lampion.

Lampion yang dihasilkan pun terbukti berkualitas. Hal ini ditunjukkan dari pesanan yang tak berhenti mengalir. Seorang pengrajin bernama Muhammad Said menuturkan produknya telah diekspor hingga Belanda dan Perancis. “Rutin tiap tiga bulan sekali diekspor.

Menjelang perayaan Imlek yang jatuh pada pekan depan, pesanan lampion sudah membeludak sejak jauh-jauh hari. Said menghitung tak kurang dari tiga ribu lampion telah ia produksi selama sebulan terakhir. Jumlah itu melonjak tiga kali lipat jika dibandingkan pada bulan-bulan biasa.

Carlsberg, produsen bir asal Denmark, tak ketinggalan ikut memesan lampion sebanyak dua ribu buah.

Pada perayaan Imlek, pembuat lampion yang banyak dicari adalah model bola atau kapsul dengan rumbai-rumbai. Untuk lampion berdiameter 40 sentimeter lengkap dengan sablon, Said menjual dengan harga Rp 47 ribu per buah. Sedangkan untuk lampion berukuran sama tanpa sablon dijual Rp 35 ribu per buah. Lampion paling murah adalah yang berdiameter 20 sentimeter seharga Rp 12.500 per buah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*