Munajad Herbal, Kelak Bisnisnya Akan Diwariskan ke Anak Cucu

munajad herbal

Loveusaha – Dewasa ini slogan back to nature menjadi trend kesehatan yang digandrungi berbagai usia. Dampaknya produk herbal saat ini makin banyak diminati masyarakat.

Sehingga semakin banyak orang yang mulai bergaya hidup sehat dan berbasis pada produk-produk alami. Jika dibandingkan dengan obat-obatan kimia, produk berbahan herbal memang menjadi andalan masyarakat karena dianggap memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan berbagai obat-obatan kimia.

Trend ini mulai berkembang dan membuat usaha bisnis herbal menjamur. Karena tingginya peminat membuat peluang bisnis ini semakin menjanjikan. Dari tahun ke tahun kebutuhan akan produk ini meningkat drastis. Dan keuntungan yang didapat dari pelaku bisnis ini bisa dibilang fantastis.

Salah satu pelaku bisnis ini adalah Siti Aminah dengan produknya bernama Munajad Herbal. Pengalaman hidup mengkonsumsi obat herbal yang mengagumkan inilah yang menjadikan Siti mulai menekuni usaha jamu instant herbal.

“Awalnya saya terkena sakit maag lama kelamaan malah jadi gejala sakit lambung, saya kemudian berobat ke dokter tapi belum ada hasil yang signifikan dan cenderung kambuh. Akhirnya saya mencoba bikin jamu temulawak dan kunir putih, semua bahan di iris halus terus direbus setelah hangat-hangat kuku saya minum dan ternyata hasilnya diluar prediksi sakit asam lambung saya berangsur-angsur membaik,” katanya.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/rujak-gobet-kuliner-dari-varian-singkong/

Berbekal pengalaman sehat bersama produk herbal, Siti mulai berpikir bagaimana mengolah produknya agar tahan lama dan siap pakai ketika dibutuhkan sewaktu waktu.

“ Saya berpikir bagaimana agar jamu saya bisa di konsumsi untuk jangka panjang, bisa tahan lama dan awet. Nah pada saat maag saya sudah mendingan ada kawan yang mengajak saya ikut pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk pembuatan produk herbal,” jelasnya.

Sewaktu pelatihan Siti sebenarnya ditawarkan dua macam pelatihan yang bisa dipilih yaitu pelatihan menjahit dan processing namun dirinya lebih memilih pelatihan prosesing yang fokus pada pembuatan jamu serbuk instant. “Waktu itu tahun 2012 dan kebetulan saya lulus dengan kategori jamu instan herbal dan dari situlah saya mulai membuat jamu herbal instan dengan berbagai macam varian.”

Kini Siti memasarkan lima jenis varian jamu serbuk instant dibawah label Munajad Herbal diantaranya  Jamu sehat lelaki instan (SL), jahe emprit instan, Kunci sirih instan herbal, Temulawak, kunir putih instan herbal, dan Jamu pegel linu instan.

Adapun untuk membantu proses produksi Siti masih belum mengandalkan karyawan tambahan untuk membantunya. Munajad Herbal sendiri telah dipasarkan hingga keluar Mojokerto hingga Probolinggo dan beberapa wilayah di Jawa Timur. Sementara pemasaran dilakukan mellaui online dan offline dengan bantuan relasi dari mulut ke mulut, teknologi whatsap messenger.

Beberapa kali mengikuti pelatihan Siti banyak menerima ilmu tentang packaging, pemasaran dan peningkatan kualitas produk. Ditanya suka duka selama berusaha minuman serbuk instan Siti menjawab lebih banyak sukanya yaitu ketika dirinya mendapat banyak orderan dan banyak menambah teman dan relasi dari berbagai daerah.

Semantara duka yang sering dia rasakan adalah ketika produksi gagal dan orderan sepi dan sistem konsinyasi yang bikin perputaran uang lama.

Kedepan dirinya berharap bisa memperluas daerah pemasaran dan bisa mendapat bantuan modal usaha dan bantuan peralatan mesin penggiling bahan jamu supaya bisa memproduksi dengan jumlah banyak lagi.

“Semoga usaha ini bisa di wariskan pada anak cucu dan masyarakat pada umumnya,” tutup Siti. (dy)

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*