Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih 1958

Loveusaha – Kalau ada tempat makan favorit yang pada tahun 2008 mencapai ulang tahun ke-50, bisa dipastikan tempat tersebut adalah Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih. Ya, usaha ini memang sudah dijalankan sejak puluhan tahun lalu, tepatnya pada bulan Maret tahun 1958.

Tempat makan yang saat ini memiliki beberapa cabang, antara lain di Basement Pasar Raya Blok M, di daerah Cinere (Lebak Bulus). Di jalan Sabang, di daerah Pamulang, dan di food court ITC BSD ini didirikan oleh H. Nein. Hingga saat ini tempat makan itu dikelola oleh beberapa anaknya.

Mas hadi, salah seorang penerus usaha yang khusus mengelola tempat makan ini di pusatnya (Jalan Kebon Sirih Raya) mengatakan, bisa dibilang keuletan ayahnya lah yang berhasil “membesarkan” tempat makan ini.

Dikisahkan Mas hadi, ayahnya seperti tidak pernah puas mencari formula bumbu nasi goreng, hingga akhirnya menemukan racikan bumbu yang benar-benar khas dan terasa pas di lidah konsumen, seperti yang bisa dinikmati saat ini.

Saat mencicipi, suapan pertama seolah langsung membuktikan pernyataan di atas. Kesan pertama yang muncul, citarasa nasi goreng ini begitu khas, mengingatkan pada sensasi nasi kebuli.

Mas Hadi pun mengiyakan seraya mengatakan beberapa konsumen memberi komentar rasanya mirip nasi kebuli. Sensasi rasa khas dari nasi goreng ini muncul di setiap suapan.

Aroma rempah cukup “nyata” terasa, berpadu dengan potongan daging kambing yang empuk dan sama sekali tidak muncul aroma “mengganggu” dari daging yang sering dihindari karena aroma menyengatnya.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/jendela-usaha/padang-legenda-meramaikan-masakan-khas-nusantara/

Jangan lupa, tambahkan emping melinjo dana car yang berisi potongan timun, kol, dan wortel dijamin memberi kesan “segar” saat menyantap nasi goreng ini.

Tempat makan yang berada tepat di Jalan Kebon Sirih Raya ini memiliki kapsitas tempat duduk hingga 60 orang. Untuk melayani pengunjung, pada malam hari biasanya disediakan meja tambahan di pinggir jalan, berupa tiga buah meja dengan total kapasitas bangku sekitar 24 buah.

Tidak perlu khawatir menunggu lama untuk menikmati nasi goreng di tempat ini. Nasi goreng Kambing Kebon Sirih selalu dibuat dalam jumlah besar (minimal untuk 100 porsi), sehingga begitu pesanan datang nasi goreng dapat langsung disajikan.

Jumlah karyawan di tempat makan ini juga cukup banyak, tak kurang dari 20 orang, sehingga setiap pesanan dapat langsung terlayani. Jika ingin menikmati nasi goreng ini di dalam mobil, tinggal klakson, pesanan langsung datang.

Menurut Mas Hadi, hampir semua artis yang tinggal di Jakarta sudah pernah makan di tempat ini. Begitu juga dengan liputan dari media massa. Hampir semua stasiun televise swasta nasional pernah meliput tempat ini.

Cita rasa makanan yang berkualitas dan pelayanan yang memuaskan memang berhasil menjadikan tempat makan ini salah satu tempat makan favorit di Jakarta selama bertahun-tahun.

Terbukti, hingga mencapai ulang tahun “emas”nya, Nasi Goreng Kebon Sirih tetap menjadi salah satu tujuan para pecinta kuliner untuk memuaskan “hasrat” makan enak di Jakarta. (n5)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*