Segudang Manfaat Bisnis dan Kesehatan Minyak VCO

Loveusaha Banyak orang percaya, VCO atau minyak kelapa murni memiliki segudang manfaat. Di Indonesia sendiri VCO juga sedang naik daun. Permintaan nya pun terus meningkat di pasar domestik bahkan memiliki peluang besar di pasar ekspor dengan standar kualitas tinggi.

VCO sebenarnya sejenis minyak kelapa, bedanya kalau minyak kelapa yang umum beredar di pasaran itu terbuat dari kopra (kelapa yang dikeringkan), VCO dibuat dari daging kelapa segar yang diolah tanpa bahan kimia.

Proses pembuatannya tidak melalui pemutihan, penyaringan, atau pemanasan luar biasa yang bisa menghanyutkan manfaat alami sang minyak kelapa murni.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/jendela-usaha/pia-mangkuk-khas-malang/

Minyak kelapa bening ini mengandung banyak lauric acid, sebanyak 25%-45%. Adanya zat utama yang juga terkandung dalam air susu ibu inilah yang membuat VCO ramai disebut-sebut sebagai pembasmi berbagai penyakit mulai  cacar air, herpes, hepatitis, bahkan HIV/AIDS,  juga membantu meringankan penyakit kanker.

VCO juga tidak mengandung kolesterol bahkan disebut-sebut pula bisa mengurangi penyumbatan pembuluh darah, mengurangi kelebihan berat badan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mencegah penuaan dini.

Berbagai manfaat inilah yang mendorong Mardiana menjadi salah satu pebisnis UMKM VCO dibawah bendera usaha Vigur Asri. “ Usaha ini tergolong baru ya, saya mulai setahun yg lalu tepatnya tanggal 2 Januari 2018.

Saat itu saya mengikuti pelatihan produksi VCO yang mana akhirnya saya tahu betapa besar dan banyak manfaatnya untuk kesehatan manusia sehingga membuat hati saya tergerak untuk membuat bisnis VCO sebagai salah satu minuman kesehatan untuk keluarga.

Saat ini kan banyak obat-obatan kimia yang banyak efek sampingnya, harapan saya bisa mengurangi konsumsi obat-obatan kimia dan beralih ke VCO.”

Sebenarnya bergelut dengan dunia pertanian Mardiana telah lebih dulu menggeluti hobi bertani sayuran organik sehingga berbisnis VCO menjadi pilihan bisnisnya. Sebelumnya dirinya juga telah menjual beras dan sayur  dari kenalannya para petani organik yang juga diterima dengan baik di pasar.

“ Saya fokus ke produk VCO bermerek Bimala ini karena sebenarnya ada pengalaman pribadi ketika waktu itu ada tetangga yang batuk sampai 6 bulan enggak sembuh-sembuh, akhirnya saya sarankan mengkonsumi rutin VCO selama satu bulan dan ternyata sembuh. Dari pengalaman itu semakin yakin saya akan khasiat VCO dan semangat untuk lanjut ke produksi sampai sekarang.”

Saat ini untuk produksi Mardiana masih mengandalkan proses manual dan merekrut anggota dari ibu ibu dengan membentuk kelompok tani wanita beranggotakan 12 orang di awal pendiriannya dan kini telah meningkat menjadi 21 orang.

Produksi sebulan berkisar 25 liter dalam 4 kali proses kemasan 100 ml dan 250 ml. Namun jumlah ini bisa fluktuatif bila ada permintaan pesanan bisa membuat kemasan 1 literan.

Untuk pemasarannya sendiri Bimala VCO menggunakan jasa media sosial seperti  WA, intsagram dan kemitraan dengan toko maupun warung di wilayah Ngawi dan sekitanya. “Alhamdulillah omzetnya lumayan berkembang terlihat dari iuran anggota yang terus meningkat hampir tiga kali lipat.”

Karena masuk dalam binaan pertanian, Mardiana mengaku tidak terlalu sering ikut pelatihan pelatihan namun dirinya tetap sering mengiktui berbagai pelatihan UMKM dan mengikuti komunitas komunitas UMKM yang ada di Ngawi dan luar Ngawi.

Selama berbisnis Mardiana merasakan banyak suka duka salah satunya ketika banyak pesanan datang tapi terkendala proses yang masih manual jadi kewalahan termasuk ketika saat cuaca dingin minyak VCO tidak mau keluar.

Namun menurutnya ada kebanggan berjualan VCO yaitu bisa  banyak menyembuhkan orang lain. “ Senangnya berbisnis VCO adalah produk kami ini bisa untuk obat dan menjaga kesehatan, bahkan buat yang gemuk bisa langsing juga lho,” tutupnya. (da)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*