Srikandi Mina Food Bercita-cita Bisa Ekspor ke Luar Negeri

srikandi mina food
srikandi mina food

Loveusaha – Berbeda dengan produk olahan kering dan frozen food pada umumnya yang memanfaatkan ayam dan daging sebagai bahan baku utama, Srikandi Mina Food mengolah ikan lele menjadi makanan olahan beku yang kaya akan gizi.

Usaha ini bermula dari usaha ikan lele segar yang dijual ke pedagang ikan di Malang Selatan. Kemudian diolah menjadi makanan olahan kering dan frozen, dimana semua bagian ikan lele dimanfaatkan termasuk tulang duri dan tulang kepala.

Menurut Dyah Praptiwidiyanti selaku pemilik usaha ini keunggulan produk ini adalah dibuat dari semua anggota tubuh lele. Mulai daging yang diolah menjadi abon lele dan frozen lele, kulit lele menjadi rambak lele, dan duri serta tulang kepala ikan lele yang merupakan limbah utama dari ikan lele diolah menjadi krupuk lele dan stik lele.

“Keunggulan produk kami, disamping nilai kandungan gizi ikan lele yang sangat baik untuk kebutuhan manusia, juga produk ramah lingkungan karena tidak mengandung limbah karena diolah menjadi makanan semua. Selain itu, kotoran perut yg diambil diolah lagi menjadi makanan lele itu sendiri.”

Usaha yang beralamat di Jalan Kyai Mojo no. 57 Gondanglegi kabupaten Malang ini telah berdiri sejak tahun 2013 dengan jumlah karyawan empat orang. Dimana untuk memasarkan produknya masih menggunakan penjualan secara manual, dan mengikuti acara-acara yang diselenggarakan di Malang baik oleh kedinasan maupun pihak swasta.

“Selain itu, kami juga mengikuti perkembangan jaman untuk memasarkan dan mempromosikan produk melalui media sosial dan marketplace yang tersedia.

Dalam proses pembuatannya dijelaskan Dyah, bahwa ikan lele yang disiangi, dibersihkan isi perutnya. Kemudian di dipisahkan antara kulit, daging dan tulang / kepala untuk masing masing jenis pengolahan. “Untuk pembuatan krupuk lele, kami melakukan proses presto selama 40-50 menit, kemudian proses blender dengan campuran bumbu dan sedikit air.

Kemudian dilakukan proses pencetakan dengan loyang, pengukusan, kemudian dibiarkan sampai dingin dilanjutkan proses pengeringan baik dijemur maupun dioven (musim hujan). Setelah kering baru dilakukan penggorengan dan dikemas,” jelasnya.

Untuk menemukan komposisi yang tepat usaha ini telah mencoba berbagai jenis resep dan referensi uji coba dalam mengolah tulang ikan lele. Yang sebenarnya merupakan limbah menjadi makanan yang bisa diterima khalayak umum. Mulai dari resep kerupuk udang dari pabrik ternama, sampai hasil pencarian google.

baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/kerajian-tas-etnik-yang-tak-termakan-persaingan-global/

Dari uji olahan tulang lele tersebut dihasilkan resep andalan untuk produk unggulan dari olahan ikan lele yakni kerupuk lele (calsi’o tulang ikan). Meski demikian ada pengalaman sedih ketika berkali kali masyarakat menolak saat disodori produk olahan ikan lele. Karena tidak suka ikan lele yang konotasinya adalah ikan yang jorok yang bisa hidup di kubangan dan makan apa saja.

“Disinilah kami tertantang untuk memberikan edukasi bahwa ikan lele adalah ikan yang kandungan nutrisinya terbaik yang dibutuhkan manusia jika dibandingkan dengan ikan salmon yang mahal harganya. Tentunya ikan lele yang kami olah adalah ikan yang bersih dan sehat dengan sistem budidaya air mengalir dan pakan sehat,” jelas Dyah

Srikandi Mina Food sendiri telah banyak mengikuti ajang event-event dan pameran, workshop, kurasi dll. Dan di tahun 2015 lalu usaha ini terpilih menjadi 30 besar jenis usaha ramah lingkungan se Indonesia. Karena mengelola limbah menjadi produk layak makan dan berstandard kesehatan jelas.

“Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, karena Ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan,red) memberi apresiasi tersendiri bagi usaha kami.” Kini selain memberdayakan masyarakat setempat untuk bekerja sebagai karyawan harian,

Perusahaan juga membantu melestarikan lingkungan karena produknya mengolah limbah ikan lele menjadi makanan layak konsumsi bergizi tinggi. Sedangkan kotoran perut ikan, diolah kembali menjadi makanan lele itu sendiri. “

Kedepan kami berharap dapat memajukan usaha, meningkatkan omset dari semua jalur pemasaran, sehingga dapat memasarkan produk kami ke seluruh indonesia. (da)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*