Usaha Jajanan Tradisional Arang-arang Kambang

arang arang kambang

Loveusaha Sebagian besar dari kita mungkin merasa asing ketika mendengar tentang arang-arang kambang. Ya, arang-arang kambang adalah salah satu jenis makanan tradisional yang berasal dari Gresik.

Makanan ini memang sudah mulai langka, biasanya hanya dijumpai saat ada acara khitanan, resepsi pernikahan atau dijadikan menu berbuka puasa di bulan ramadhan.

Ida adalah salah seorang yang ingin melestarikan makanan tradisional ini agar dikenal oleh generasi muda. Di rumahnya, daerah Samanhudi Gresik, Ida membuat sendiri arang-arang kembang kemudian mempromosikan lewat berbagai media sosial miliknya.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/jendela-usaha/usaha-martabak-usus-yang-bertahan-puluhan-tahun/

Arang-arang kembang terdiri dari ketan putih, ketan hitam, irisan pisang raja dan tape ketan yang biasanya diberi warna hijau. Setelah itu, diatasnya diberi santan yang dimasak menggunakan gula dan sedikit garam.

Untuk tape ketannya, Ida juga membuat sendiri. Proses fermentasinya membutuhkan waktu selama tiga hari, menurutnya yang membuat tape ketan haruslah perempuan yang suci, tidak sedang datang bulan. Hal ini akan membuat rasa tape ketan lebih enak.

Dikarenakan proses fermentasi tape yang cukup lama, Ida tidak setiap hari berjualan arang-arang kembang, hanya seminggu dua kali saja. Salah satu pembeli yang datang ke rumah Ida, mengaku baru pertama kali mencicipi arang-arang kambang.

Dan berkomentar, arang-arang kambang rasanya enak, perpaduan manis, gurih dan ada asamnya juga sangat pas di lidah. Harganya cukup murah, hanya 9 ribu saja.

Konon, makanan ini dinamakan arang- arang kambang karena jumlah ketan putih lebih sedikit dibandingkan ketan hitam. (san)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*