Anak Petani Korban Kekerasan Jadi Peritel Terkaya

Loveusaha – Nama Zhou Chengjian kini menjadi menjadi tidak asing di dataran China bahkan Taiwan dan Hongkong. Karena toko butiknya yang berjumlah lebih dari 2.600 bertebaran di seluruh penjuru China.

Hal ini pun didukung dengan ekspansi yang semakin gencar, kekayaannya pun bertambah. Setiap tahunnya ia memproduksi lebih dari 30 juta pakaian.

Ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Sehingga wajar apabila Forbes menilai Chengjian menduduki peringkat 246 orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai USD 2,6 Miliar.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/jendela-usaha/kaldu-kikil-adnan-warungnya-sederhana-yang-beli-luar-biasa/

Modal awal yang ia miliki hanyalah sebuah tekad yang kuat. Tentang kehidupan masa lalunya Chengjian adalah anak seorang petani. Semasa belajar di sekolah dasar, ia sering menjadi korban kekerasan dan perkelahian.

Selain itu, Chengjian mengaku bahwa ia tidak akan maju ketika tinggal di desa. Karena itu ia memilih merantau ke kota. Singkatnya, ia memulai dengan merintis sebuah usaha berangkat dari kekecewaan atas kegagalannya saat mendirikan butik pakaian di kota kelahirannya, Zhengjiang.

Akhirnya pada tahun 1986, ia memutuskan bekerja di sebuah perusahaan garmen. Saat bekerja, ia tergolong sebagai karyawan yang paling rajin. Dalam setiap hari ia bekerja selama 16 jam atau lebih.

Sekalipun hanya karyawan ia selalu berusaha mencari inovasi baru dalam membuat pakaian. Tepatnya, ketika ia memberanikan diri mengubah jas menjadi lebih ketat, hingga pada akhirnya inovasi nya laku keras bahkan ia mendapat pujian dari sang Bos.

Keinginan untuk resign dari pekerjaannya dan mendirikan bisnis baru pun terealisasi, walupun memulai dari nol yakni dari hasil pakaian yang dijahit sendiri, ia menjajakan ke pasar-pasar atau hotel-hotel tempat menginap para wisatawan.

Hingga pada akhir tahun 1993 mimpi untuk memiliki bisnis dengan modal yang kuat pun terwujud. Prestasi yang telah diraihnya pun diapresiasi oleh Pemerintah China.

Pada tahun 2003, ia meraih penghargaan sebagai Tokoh Ekonomi China. Maklum ia merupakan pengusaha China pertama yang menerapkan prinsip vitual operation dan model jaringan dalam industri pakaian.(au)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*