JK Rowling, Berlimpahan Harta dengan Karyanya

J.K. Rowling attends the Broadway Opening Day performance of 'Harry Potter and the Cursed Child Parts One and Two' at The Lyric Theatre on April 22, 2018 in New York City.

Loveusaha – Harry Potter, begitulah nama tokoh penyihir muda dalam kisah hasil rekaan Joanne Kathleen Rowling atau JK Rowling yang telah mampu meraup miliaran dolar Amerika bagi pengarangnya.

Berkat bukunya itu, ia menjadi seorang penulis terkaya di Inggris. Majalah bisnis asal Amerika Serikat, Forbes, menuliskan bahwa penghasilan rowling mencapai seratus tujuh puluh juta Pound sterling.

Buku Harry Potter karya Rowling telah terjual empat ratus juta buah. Selain itu, karya tersebut juga telah diangkat ke film layar lebar dan berhasil menembus jajaran film Box Office di Amerika Serikat. Sedangkan mnurut Daftar Orang kaya Sunday Times, nilai kekayaan Rowling mencapai lima ratus enam puluh juta Pound sterling.

Tetapi, siapa yang mengira jika ibu dari satu anak ini mengawali semuanya dari nol. Bahkan, pada awal penggarapan kisah Harry Potter, ia memperoleh bantuan (santunan) dari pemerintah Inggris karena tergolong sebagai orang yang sangat miskin.

Rowling gemar menulis sejak kecil. Bahkan , saat usianya menginjak enam tahun, ia telah melahirkan kisah “ Rabbit”. Kebiasaan menulis Rowling terus berlanjut. Selain itu, ia juga memiliki kebiasaan menceritakan kisah rekannya di hadapan teman-temannya.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/bisnis-e-commerce-yang-sangat-menggiurkan/

Terkadang, banyak di antara teman-temannya berkeinginan menjadi tokoh dalam kisah yang ia ciptakan. Dari snaalah daya imajinasi Rowling makin tajam hingga dewasa.

Pada tahun 1995, ia berhasil menyelesaikan buku pertamanya. Tetapi, karena sangat miskin, ia terpaksa mengetik ulang naskah hingga beberapa kopi dengan mesin ketik tua manual yang murah. Hal itu ia lakukan karena ia tidak mampu membayar biaya fotokopi.

Kondisi rumahnya yang semoit dan dingin sangat tidak kondusif untuk menunjang kreativitas menulisnya. Rowling menyiasatinya dengan menulis di kafe, meski hanya mampu memesan segelas kopi. Rowling tetap bersemangat dan mulai menyelesaikan tulisannya dengan ditemani bayi kecilnya yang tertidur.

Atas dorongan untuk mengubah hidup, maka ia pun lantas berusaha sekuat tenaga untuk menjual kisah tersebut. Naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah payah itu tidak lantas langsung diterma dan meledak di pasaran.

Layaknya penulis pemula lain, naskah itupun mengalami penolakan berkali-kali dari berbagai penerbit. Alasan berbagai penerbit menolak naskah Rowling itu karena ia megirim naskah dengan memakai nama asli, Joanne Rowling.

Sementara para penerbit dan kalangan pembukuan saat itu masih meremehkan penulis perempuan. Untuk itu, ia menyiasati dengan menyamarkan namanya menjadi Jk Rowling. Dengan begitu, ia berharap menjadi penulis sukses seperti penulis cerita anak favoritnya, CS Lewis.

Sekalipun hidupnya bagai bintang yang bersinar terang. Rowling tidak lupa pada akarnya. Keuntungan dari penjualan buku-bukunya ia sumbangkan pada Uk Comic Relief Charity. (n5)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*