Frida Kahlo, Pelukis Difabel dengan Karya Mendunia

Loveusaha – Dunia seni memang unik dan menarik. Begitu juga saat melihat karya lukisan dari wanita disabilitas asal Meksiko tersebut. Siapa sangka dunia memiliki seniman dari tokoh disabilitas.

Frida Kahlo de Rivera namanya. Pelukis asal Meksiko yang terkena polio sejak berusia 6 tahun. Akibat penyakit tersebut Frida harus hidup dengan ukuran kaki kanan yang lebih kecil dari kaki sebelah kirinya.

Selain polio, Frida Kahlo juga menderita Spina Bifida. Kelainan pada tulang belakang yang berpengaruh pada perkembangan kakinya. Untuk menyamarkan kelainan pada kakinya, Frida mengenakan rok panjang dengan beragam warna.

Namun, meski terhambat dalam mobilitas, Frida berhasil melahirkan ratusan karya seni lukis yang mendunia.

Salah satu lukisannya yang terkenal adalah “Viva La Vida, Watermelons”. Lukisan tersebut juga sebagai lukisan terakhir yang dibuat dalam waktu 8 hari sebelum Frida Kahlo meninggal pada tahun 1954.

Meski kehidupan cinta Frida Kahlo tidak semulus apa yang ada di negeri dongeng. Namun, Diego Rivera yang juga seorang seniman merupakan cinta sejati Frida.

Frida Kahlo dikenal sebagai seniman yang misterius dan sulit ditebak. Namun, karya yang ia hasilkan rata-rata melukiskan potret dirinya sendiri. Frida Kahlo sering mempresentasikan ciri khas dirinya dalam kanvas. Ia sering merasa kesepian.

Oleh sebab itu, melukis potret diri merupakan salah satu aktualisasi yang Frida Kahlo ciptakan sebagai seorang seniman dalam membuat sebuah tema lukisan.

Beberapa mengira psikologis seniman ini perlu dipertanyakan. Namun, sepertinya hal tersebut juga dipengaruhi oleh keterbatasan yang Frida Kahlo miliki, pun kecelakaan tragis semasa Frida remaja yang membuatnya harus kehilangan fungsi alat reproduksi dan terbaring di atas tempat tidur dalam waktu berbulan-bulan.

Baca juga : https://www.loveusaha.com/berita/dari-faktor-ekonomi-kini-wedding-organizer-hitz/

Hal yang tidak boleh dilewatkan dari Frida Kahlo adalah gaya lukisan yang ia ciptakan. Seperti di awal bahwa tema yang ia lukis menggambarkan potret dirinya sendiri. Kesepian, keterbatasan, jiwa yang sulit ditebak, semua diolah dan dilahirkan menjadi sebuah karya seni. (n1)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*